Bahlil dan Tasrif Sepakat, Tentang Apa Ya?

Jakarta,ruangenergi.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif duduk bersama dengan Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk sinkronkan program kerja kedua kementerian. Plus, menyelesaikan isu-isu terkait perizinan.

Pertemuan kedua kementerian ini,saling bertautan karena itu program kerja perlu disinkronkan agar menjadi lebih sempurna dan meningkatkan investasi.

Dalam rapat juga dibahas mengenai peralihan wewenang pemberian izin yang diakui Arifin perlu dukungan sistem dan tenaga yang memadai.

“Rapat kerja dengan Kementerian Investasi/BKPM tadi selain membicarakan terkait proses-proses perizinan yang sudah dicabut serta tindak lanjutnya, juga membicarakan mekanisme kerja antara Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian ESDM. Banyak masukan positif dari Kementerian Investasi untuk ditindaklanjuti ke depan,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif usai raker, Selasa (05/07/2022) di Jakarta.

Tasrif menjelaskan pihaknya mensinkronkan program Kementerian ESDM dengan Kementerian Investasi/BKPM agar menjadi lebih sempurna, sehingga akan mempermudah alur masuknya investasi ke dalam negeri, termasuk sistem-sistem yang ada di kita, khususnya di Kementerian ESDM.

 

“Proses transisi kepindahan kewenangan dari daerah ke pusat memang harus banyak penyempurnaan juga, tiba tiba ada load pekerjaan yang demikian besar, karena itu memang kita harus mempersiapkan sistem dan tenaga pendukungnya,” papar Arifin dengan semangat.

BACA JUGA  Indonesia Power Salurkan Oksigen Untuk RSUD dan Puskesmas di Wilayah Jakarta Utara

Menurut Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Kementerian ESDM dan Investasi tidak bisa dipisahkan terutama dalam hal pemberian perizinan.

“Kementerian ESDM dengan Kementerian Investasi sebenarnya seperti mata uang, sebelas dua belas, tidak bisa dipisahkan terutama dalam proses perizinan di mineral dan batubara, jadi kami melakukan sinkronisasi terkait dengan pencabutan izin, penataan SOP sampai dengan percepatan dan transparansi,” ucap Bahlil.

Rapat kali ini juga,lanjut Bahlil, merupakan upaya kedua Kementerian untuk mempercepat pemberian perizinan.

“Apa yang tadi disampaikan Menteri ESDM itu sudah betul, kami sifatnya adalah mempercepat, kita percepat pemberian perizinan, bagaimana kita melaksanakan perizinan dengan transparan. Kita berupaya supaya tidak ada pandangan yang berbeda. Saya dengan Pak Menteri ESDM komunikasi terus karena itu ditingkat bawahnya juga perlu ditingkatkan antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Investasi, supaya apa yang diatas dengan yang dibawah sama. A diatas, A juga di bawah, kira-kira begitu,” pungkas Bahlil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *