Lampu Hijau SKK Migas! Lapangan Ronggolawe Siap Jadi Mesin Produksi Baru SAKA

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– PT Saka Energi Indonesia (SAKA) kembali mencatatkan langkah strategis dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional. Perusahaan hulu migas yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina ini resmi mengantongi persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe–PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas.

Persetujuan tersebut menjadi tonggak penting bagi SAKA dalam mempercepat transformasi sumber daya migas menjadi produksi yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional. Lapangan Ronggolawe sendiri ditargetkan mulai berproduksi pada akhir 2029 dengan potensi produksi puncak mencapai 5.126 barel minyak per hari (BOPD).

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengatakan persetujuan POD ini merupakan hasil dari proses panjang yang didukung kajian teknis menyeluruh serta keberhasilan kegiatan eksplorasi dan appraisal yang telah dilakukan perusahaan.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Fuji.

Lampu hijau dari regulator tersebut diperoleh setelah analisis komprehensif terhadap sumur appraisal RGL-3 yang memberikan dasar teknis kuat bagi pengembangan lapangan. Sebelumnya, SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada 2025 sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon melalui sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012 dan konfirmasi cadangan melalui sumur RGL-3 pada 2024.

Lapangan Ronggolawe diperkirakan menyimpan sumber daya sekitar 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga akhir masa kontrak kerja sama. Angka tersebut menjadikan lapangan ini sebagai salah satu aset penting yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Potensi hidrokarbon di Struktur Ronggolawe ditemukan pada lapisan CD Carbonate dan telah dibuktikan melalui berbagai evaluasi teknis, mulai dari Drill Stem Test (DST), pengujian tekanan reservoir, hingga analisis sampel fluida. Hasilnya menunjukkan prospek lapangan yang ekonomis dan layak dikembangkan.

Dalam skenario pengembangan yang telah disetujui, SAKA akan mengebor empat sumur pengembangan yang nantinya dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut. Strategi ini diharapkan mampu menekan biaya investasi sekaligus mempercepat realisasi produksi.

Menariknya, pengembangan Lapangan Ronggolawe–PHE-7 juga menjadi bagian dari strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah optimalisasi sumber daya lintas wilayah kerja yang dapat mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi produksi nyata.

Fuji menegaskan bahwa seluruh tahapan pengembangan akan dijalankan dengan mengedepankan efisiensi biaya, keselamatan kerja, serta perlindungan lingkungan.

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” katanya.

Dengan dukungan SKK Migas, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan, Lapangan Ronggolawe diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi produksi migas SAKA sekaligus memperkuat pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.