Bukan Sekadar Adu Gol, PHSS Rangkul Pemda Kaltim dan Kukar Lewat Sepak Bola

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Samarinda, Kaltim, ruangenergi.com-Di atas lapangan mini soccer, kemenangan memang ditentukan oleh jumlah gol. Namun, bagi PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), pertandingan persahabatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara punya arti yang lebih luas: merawat kepercayaan, mempererat komunikasi, dan membangun kolaborasi demi keberlanjutan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas).

Semangat itulah yang mewarnai pertandingan persahabatan di Lapangan Mini Soccer Aubry, Samarinda, Jumat (16/10/2026). Perwakilan PHSS, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bertemu dalam suasana yang lebih santai, jauh dari rutinitas rapat dan koordinasi formal.

Bagi perusahaan yang menjalankan operasi hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, hubungan baik dengan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari upaya menjaga kelancaran kegiatan operasional.

Operasi migas tidak hanya berkaitan dengan pengeboran sumur, pengelolaan fasilitas produksi, atau upaya mempertahankan pasokan energi. Di dalamnya juga terdapat kebutuhan untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah yang berada di sekitar wilayah operasi.

Di sinilah olahraga mengambil peran. Pertandingan mini soccer menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan setiap pihak membangun kedekatan, mengenal perspektif satu sama lain, dan memperkuat fondasi kerja sama.

Merawat sinergi dari lapangan

PHSS memandang keberlanjutan operasi hulu migas tidak dapat dilepaskan dari dukungan positif para pemangku kepentingan. Karena itu, membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga kemitraan jangka panjang.

Erwin Nurbeliana, yang mewakili PHSS dalam kegiatan tersebut, menilai interaksi informal dapat membantu membangun kesamaan pemahaman di antara para pihak.

“Bagi PHSS, kegiatan pertandingan olahraga persahabatan seperti ini menjadi langkah strategis dalam membangun hubungan yang harmonis dan kolaboratif dengan pemerintah daerah dalam suasana interaksi yang lebih informal dan cair. Sehingga lebih mudah untuk terbangun perasaan dan pemahaman yang sama,” ujarnya.

Menurut Erwin, hubungan yang terjalin baik membuka peluang bagi perusahaan dan pemerintah daerah untuk memahami kebutuhan serta prioritas masing-masing. Pemahaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung keberlanjutan operasi perusahaan.

Ia menegaskan, sinergi dengan pemerintah daerah merupakan kemitraan strategis yang perlu terus dipelihara agar kolaborasi berjalan efektif dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan operasi migas tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan minyak dan gas, tetapi juga dari bagaimana perusahaan membangun hubungan yang konstruktif dengan lingkungan kelembagaan di sekitarnya.

Kukar keluar sebagai juara, kebersamaan jadi tujuan

Pertandingan berlangsung dalam suasana akrab dan menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme para pemain serta dukungan suporter menambah semarak pertemuan tersebut.

Di akhir kompetisi, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil menempati posisi pertama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berada di posisi kedua, sementara PHSS harus puas di urutan ketiga.

Namun, hasil pertandingan bukanlah satu-satunya hal yang dibawa pulang para peserta.

Kepala Bagian Protokol pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Median Canserio, mengapresiasi inisiatif PHSS yang menghadirkan ruang kebersamaan antarlembaga melalui olahraga.

Menurut Median, komunikasi yang terbuka dan konstruktif dapat membantu memperkuat kolaborasi sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga semangat kolaborasi dapat terus tumbuh untuk mendukung kemajuan Kalimantan Timur.

Apresiasi juga datang dari Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismed. Ia menilai pertandingan persahabatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga silaturahmi, membangun kekompakan, dan mempererat hubungan baik antara pemerintah daerah dan PHSS.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Hal yang lebih penting adalah menjaga silaturahmi, membangun kekompakan, dan memperkuat hubungan baik demi kerja sama yang lebih harmonis ke depannya. Semoga semangat kebersamaan yang terjalin di lapangan dapat terus kita bawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkap Ismed.

Pernyataan itu merangkum esensi kegiatan tersebut. Persaingan di lapangan tetap berlangsung, tetapi hubungan baik menjadi tujuan yang lebih penting untuk dijaga setelah pertandingan berakhir.

Kolaborasi untuk menjaga energi nasional

PHSS merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 9. Perusahaan mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHSS bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus menjalankan inovasi dan penerapan teknologi untuk mendukung produksi migas nasional.

Dalam konteks tersebut, hubungan yang baik dengan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam membangun lingkungan kerja sama yang kondusif. Komunikasi yang terpelihara dapat membantu para pihak memahami kebutuhan masing-masing dan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas.

Pertandingan persahabatan di Samarinda mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam. Akan tetapi, semangat yang ingin dibangun jauh melampaui peluit akhir pertandingan.

Sebab, dalam industri yang menuntut kesinambungan operasi dan koordinasi banyak pihak, menjaga kepercayaan merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai. Dan terkadang, langkah untuk memperkuatnya dapat dimulai dari hal sederhana: bertemu, bermain bersama, dan membangun pemahaman di luar suasana formal.

Bagi PHSS dan pemerintah daerah, lapangan mini soccer menjadi ruang untuk menegaskan bahwa kolaborasi bukan hanya tentang menyelaraskan kepentingan, tetapi juga tentang merawat hubungan demi mendukung keberlanjutan energi dan pembangunan daerah.