Karimun, ruangenergi.com– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan meresmikan First Steel Cut Ceremony KNH FPSO di Saipem Yard, Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).
Momen ini menjadi penanda dimulainya tahapan fabrikasi kapal Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) North Hub Selat Makassar.
Bahlil akan menyampaikan keynote speech sebelum memimpin prosesi simbolis First Steel Cut bersama Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, perwakilan Searah Management Mirko Araldi, serta Stevano Viti dari STJO. Prosesi dilakukan melalui penekanan tombol sirene sebagai simbol dimulainya pemotongan baja pertama untuk pembangunan FPSO.
Pembangunan KNH FPSO merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan infrastruktur hulu migas nasional. Kehadiran fasilitas produksi terapung ini diharapkan mampu mempercepat monetisasi cadangan migas di kawasan Selat Makassar sekaligus memperkuat kapasitas produksi energi nasional.
Pemotongan baja pertama atau First Steel Cut merupakan fase awal konstruksi kapal, yang menandai dimulainya pekerjaan fabrikasi secara fisik. Dalam industri migas lepas pantai, tahapan ini menjadi milestone penting sebelum proses perakitan modul, integrasi sistem produksi, hingga instalasi FPSO di lokasi lapangan.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas terus mendorong percepatan proyek-proyek strategis hulu migas sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional, meningkatkan produksi minyak dan gas bumi, serta menarik investasi di sektor energi. Seremoni di Karimun ini sekaligus menunjukkan peran galangan kapal nasional dalam mendukung rantai pasok industri migas berteknologi tinggi.

