Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Wajah rumah sakit BUMN bakal berubah. Transformasi besar disiapkan PT Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk membawa jaringan rumah sakit di bawahnya menuju standar pelayanan kesehatan kelas dunia.
Langkah tersebut didorong Danantara dengan sasaran yang tak tanggung-tanggung. Bukan sekadar mempercantik gedung atau mengganti peralatan medis, transformasi IHC akan menyentuh hampir seluruh sendi bisnis kesehatan, mulai dari manajemen, proses bisnis, tata kelola, fasilitas, teknologi medis, kualitas layanan hingga sumber daya manusia.
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dipilih menjadi titik awal sekaligus wajah dari perubahan tersebut.
RSPP akan dikembangkan sebagai rumah sakit prototipe dan ikon transformasi IHC. Rumah sakit ini diharapkan menjadi landmark baru yang memperlihatkan standar berbeda dalam pelayanan, fasilitas medis, peralatan kesehatan, hingga pengalaman pasien.
Pesan pemerintah kepada IHC pun tegas: transformasi tidak boleh dilakukan setengah hati.
“Yang diharapkan oleh pemerintah terhadap IHC adalah melakukan transformasi secara fundamental terhadap rumah sakit-rumah sakit kita yang di bawah IHC. Saya ingatkan, transformasinya bukan transformasi setengah-setengah,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Bukan Sekadar Renovasi
Transformasi yang disiapkan IHC bukan semata-mata proyek fisik. Perubahan akan dimulai dari fondasi bisnis perusahaan.
IHC terlebih dahulu melakukan Fundamental Business Review untuk mengevaluasi model bisnis, kondisi pasar, serta kapabilitas internal perusahaan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan dalam menyusun roadmap transformasi.
Dari sana, pembenahan diarahkan ke seluruh pilar bisnis dan layanan kesehatan.
Kualitas pelayanan menjadi salah satu prioritas. Rumah sakit BUMN ditargetkan tidak hanya memiliki gedung dan teknologi medis yang modern, tetapi juga mampu memberikan pengalaman pasien yang memenuhi ekspektasi standar terbaik dunia.
“Yang kita harapkan itu ada kualitas layanannya meningkat, layanannya bagus, equipment-nya yang terbaik,” kata Dony.
Dengan kata lain, pasien nantinya diharapkan tidak lagi melihat rumah sakit BUMN hanya sebagai fasilitas kesehatan milik negara, tetapi sebagai institusi kesehatan yang mampu berdiri sejajar dengan rumah sakit terkemuka di dunia.
RSPP Jadi Etalase Perubahan
Di tengah agenda besar tersebut, RSPP mendapat posisi strategis.
Rumah sakit Pertamina ini akan menjadi semacam etalase transformasi IHC. Apa yang dibangun di RSPP diharapkan menjadi standar baru yang kemudian dapat menjadi referensi bagi pengembangan rumah sakit lain di bawah IHC.
“Kita akan mulai mentransformasi dari Rumah Sakit Pertamina, yang akan menjadi ikonnya kita,” ujar Dony.
Pilihan tersebut membuat transformasi RSPP bukan sekadar cerita tentang pembangunan fasilitas baru. Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi simbol perubahan wajah layanan kesehatan BUMN.
Mulai dari kualitas tenaga kesehatan, tata kelola, teknologi dan peralatan medis, desain fasilitas, hingga perjalanan pasien akan menjadi bagian dari pembenahan.
Mengejar Standar Dunia
Transformasi IHC pada akhirnya diarahkan untuk membangun perusahaan kesehatan dengan daya saing global.
Untuk itu, selain memperkuat fasilitas dan teknologi, IHC juga menempatkan pengembangan world-class talent sebagai salah satu fondasi penting. Talenta kesehatan dan manajemen yang memiliki kompetensi kelas dunia dinilai menjadi kunci agar transformasi tidak berhenti pada perubahan fisik.
Dengan pendekatan tersebut, IHC dipersiapkan menjadi perusahaan kesehatan yang lebih modern, kompetitif, dan memiliki standar pelayanan yang mampu bersaing dengan institusi kesehatan terkemuka dunia.
Dan jika transformasi itu benar-benar berjalan sesuai rencana, RSPP akan menjadi tempat pertama untuk melihat seperti apa wajah baru rumah sakit BUMN: bukan hanya lebih megah, tetapi juga lebih unggul dalam pelayanan dan pengalaman pasien.


