Gas Terus Mengalir, Kepuasan Pelanggan Pertagas Makin Tinggi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Bagi pelanggan, energi bukan sekadar angka di atas kertas. Yang paling penting adalah gas dan minyak bumi terus mengalir, pembangkit tetap menyala, pabrik terus berproduksi, dan berbagai aktivitas ekonomi tidak terhenti.

Di balik kebutuhan itu, ada satu kata yang menjadi taruhan: keandalan.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, dalam momentum Hari Pelanggan Nasional 2026. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan infrastruktur energi tetap andal menghadapi kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.

Upaya itu mulai terlihat dari tingkat kepuasan pelanggan. Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas 2026 mencapai 4,46, naik 2,53% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menempatkan kepuasan pelanggan Pertagas dalam kategori “Sangat Puas”.

Bagi Pertagas, angka itu bukan sekadar statistik. CSI menjadi cermin sejauh mana layanan perusahaan mampu menjawab kebutuhan pelanggan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan.

Direktur Komersial Pertagas, Ryrien Marisa, mengatakan pelanggan merupakan bagian penting dalam perjalanan bisnis perusahaan.

“Pelanggan merupakan mitra strategis Pertagas. Kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah, menghadirkan layanan yang lebih baik, lebih responsif, lebih solutif sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Ryrien.

Menurut dia, peningkatan CSI menjadi bukti bahwa upaya perusahaan dalam memperbaiki pengalaman pelanggan mulai memberikan hasil positif.

Pertagas kini berada di tengah denyut berbagai aktivitas ekonomi nasional.

Segmen kelistrikan dan pupuk menjadi pelanggan terbesar. Setelah itu, energi Pertagas mengalir untuk menopang industri petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga jaringan gas kota.

Melalui anak usahanya, cakupan layanan bahkan menjangkau sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, seperti hotel, rumah sakit, perkantoran, hingga perumahan di Sumatera, Jawa, dan Bali.

Artinya, ketika Pertagas berbicara tentang kontinuitas pasokan, yang dipertaruhkan bukan hanya aktivitas bisnis. Ada pembangkit yang harus tetap beroperasi, industri yang harus terus memproduksi, rumah sakit yang membutuhkan energi, hingga masyarakat yang membutuhkan layanan gas.

Karena itu, menjaga pelanggan tidak cukup hanya dengan memberikan layanan administratif yang cepat.

Pipa dan infrastruktur yang menjadi urat nadi penyaluran energi juga harus selalu dalam kondisi prima.

Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, mengatakan keandalan infrastruktur merupakan bentuk pelayanan yang paling nyata kepada pelanggan.

“Di balik setiap energi yang sampai kepada pelanggan, terdapat komitmen untuk menjaga keselamatan, integritas aset, dan kontinuitas penyaluran agar kebutuhan energi dapat terpenuhi secara aman dan berkesinambungan,” kata Agung.

Saat ini, Pertagas mengoperasikan 2.991 kilometer pipa gas bumi dan 605 kilometer pipa minyak bumi. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas penyaluran energi antardaerah.

Hingga Semester I 2026, penyaluran gas bumi Pertagas mencapai 1.606 MMSCFD, sementara penyaluran minyak bumi mencapai 151.881 BOPD.

Kinerja positif juga terlihat dari lini bisnis lainnya.

Melalui Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan, produksi LPG hingga Semester I 2026 mencapai 479,78 ton per hari, atau 6,5% di atas target RKAP 2026.

Sementara realisasi regasifikasi mencapai 163,27 BBTUD, atau 13% lebih tinggi dibandingkan target RKAP 2026.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa menjaga kepuasan pelanggan tidak berdiri sendiri. Di belakangnya terdapat rangkaian pekerjaan panjang: menjaga aset, memastikan keselamatan, mengoptimalkan operasi, dan memastikan energi dapat disalurkan sesuai kebutuhan.

Pertagas pun terus memperkuat integritas infrastruktur dan mengoptimalkan jaringan untuk meningkatkan konektivitas sistem energi nasional.

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan energi yang terus berkembang. Infrastruktur gas bumi tidak hanya berfungsi memastikan energi tersedia, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Namun Pertagas menyadari, keandalan infrastruktur saja belum cukup.

Perusahaan juga memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui berbagai program, mulai dari Customer Appreciation Day, Key Account Management, hingga Survei Kepuasan Pelanggan yang dilakukan secara berkala.

Tujuannya sederhana: mendengar langsung suara pelanggan.

“Kami ingin memastikan bahwa suara pelanggan benar-benar menjadi bagian dari proses perbaikan perusahaan. Karena itu, kami terus membuka ruang dialog, mendengarkan kebutuhan dan masukan pelanggan, serta menerjemahkannya menjadi solusi dan peningkatan layanan yang nyata,” ujar Ryrien.

Bagi Pertagas, Hari Pelanggan Nasional bukanlah garis akhir. Justru menjadi pengingat bahwa kepercayaan pelanggan harus dijaga setiap hari.

“Apresiasi kepada pelanggan tidak boleh berhenti pada peringatan Hari Pelanggan Nasional semata. Apresiasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata setiap harinya,” tegas Ryrien.

Tindakan itu diwujudkan melalui keandalan dan keselamatan infrastruktur, kontinuitas penyaluran, peningkatan kualitas operasional, layanan yang responsif, serta kemauan untuk terus mendengarkan.

Sebab pada akhirnya, pelanggan tidak hanya membutuhkan energi yang sampai ke tempat tujuan.

Mereka membutuhkan kepastian bahwa energi itu akan terus mengalir—aman, andal, dan berkesinambungan.

Dan di situlah Pertagas menempatkan makna Hari Pelanggan Nasional 2026: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi terus membangun kepercayaan bersama mereka.