Direksi Pertamina Tinjau Obvitnas Integrated Terminal Manggis

Jakarta, Ruangenergi.com – Direktur Human Capital PT Pertamina (Persero) Koeshartanto bersama, Direktur Pengembangan Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Haryo Yunianto, dan Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus, CD. Sasongko meninjau Integrated Terminal (IT) Manggis, yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali Kamis (15/10).

Management Walkthrough (MWT) yang sengaja dilakukan secara langsung oleh Direksi di tengah situasi pandemi ini selain untuk memastikan tim di lapangan baik-baik dan sehat, juga untuk memantau penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 di sarana distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) yang dikelola oleh Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus.

“Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang melayani kebutuhan energi hampir seluruh wilayah Bali, kesiapan dan kehandalan peralatan yang ada di IT Manggis ini kami pastikan selalu dalam keadaan baik. Utamanya kami juga memastikan semua personel yang mengemban amanat melayani kebutuhan energi masyarakat juga dalam kondisi prima,” ujar Koeshartanto sebagaimana keterangan pers yang diterima Ruangenergi.com dari Humas Pertamina MOR V di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Menurut dia, sejak beroperasi Tahun 1996, hingga saat ini peranan IT Manggis di wilayah Bali sangat penting, karena melayani pengiriman BBM ke 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan 18 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bulk Elpiji (SPBBE) yang tersebar di 9 kabupaten dan kota di Provinsi Bali.

“Kapasitas total penyimpanan BBM yang dimiliki oleh IT Manggis sebesar 153 ribu Kilo Liter (KL) dimana setiap harinya rata-rata melayani pengiriman produk sebanyak 2.300 KL. Untuk melayani distribusi produk LPG, kapasitas total yang dimiliki IT Manggis mencapai 5.600 Metrik Ton (MT), dengan jumlah pengiriman harian sebanyak 780 MT,” papar Koeshartanto.

Lebih jauh ia mengatakan, peninjauan secara berkala kesiapan sarpras distribusi energi sebagai bentuk optimisme Pertamina mendukung kembali pulihnya aktifitas ekonomi Provinsi Bali.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada triwulan II Tahun 2020 pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) minus 10,98 persen. Kontribusi sektor pariwisata terhadap penurunan angka PDRB menjadi faktor utama,” tukasnya.

Hal yang sama juga tergambar dari angka konsumsi Bahan Bakar Pesawat (Avtur) yang masih belum pulih. Dari yang sebelumnya ada sebanyak 250 penerbangan per hari nya, hingga Bulan September baru mencapai 30-50 penerbangan per hari.

“Penurunan penjualan Avtur paling besar terjadi pada Bulan Juni yang lalu, dimana konsumsi Avtur hanya 2 ribu KL, jika dibandingkan dengan periode yang sama di Tahun 2019, penjualan Avtur di tahun ini turun sebesar 96 persen (Juni 2019, penjualan Avtur Pertamina sebesar 74 ribu KL),” tukasnya.

“Pertamina memiliki harapan agar dengan segera pertumbuhan ekonomi Bali kembali pulih, yang tentunya akan membutuhkan dukungan penuh dari sektor energi baik BBM, LPG dan Avtur, dengan tinjauan kami hari ini, dapat disampaikan bahwa, seluruh sarana distribusi energi Pertamina yang ada di Bali siap beroperasi optimal untuk melayani kebutuhan energi penggerak roda ekonomi,” demikian Koeshartanto.(Red)

BACA JUGA  Permintaan BBM Turun, Pertamina Lakukan Pemeliharaan Kilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *