Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kabar baik datang dari pengembangan proyek hulu minyak dan gas bumi (migas) di Laut Natuna. Mobile Offshore Production Unit (MOPU) untuk proyek pengembangan Lapangan Duyung yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL) dilaporkan telah berhasil melewati Selat Hormuz dan dijadwalkan tiba di Batam pekan depan.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan kabar tersebut kepada ruangenergi.com, Jumat (16/10/2026).
“Alhamdulillah, MOPU untuk proyek pengembangan Lapangan Duyung KKKS WNEL telah lolos dari Selat Hormuz dan minggu depan akan tiba di Batam,” ujar Djoko.
Keberhasilan melewati Selat Hormuz menjadi perkembangan penting dalam perjalanan unit produksi lepas pantai tersebut menuju Indonesia. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia, sehingga perjalanan MOPU ini menjadi salah satu tahapan logistik yang patut dicermati dalam perkembangan proyek.
Tak hanya membawa kabar kedatangan MOPU, Djoko juga menyampaikan agenda penting berikutnya dalam pengembangan Lapangan Duyung di Wilayah Kerja (WK) Mako, Laut Natuna.
Pada 2 November 2026, di Batam, direncanakan berlangsung seremoni first cutting atau pemotongan baja pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan platform lepas pantai untuk proyek tersebut.
Agenda ini menjadi salah satu tahapan awal pembangunan fasilitas produksi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan lapangan migas di perairan Natuna.
Dengan kedatangan MOPU dan rencana dimulainya pembangunan platform, proyek Lapangan Duyung memasuki rangkaian tahapan yang penting untuk dipantau dalam perjalanan menuju pengembangan fasilitas produksi.
Pengembangan Lapangan Duyung di WK Mako menjadi bagian dari kegiatan hulu migas yang memerlukan koordinasi antara SKK Migas, kontraktor, penyedia fasilitas, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.
Kelancaran pengiriman peralatan dan pembangunan fasilitas lepas pantai merupakan bagian penting dalam menjaga jadwal pengembangan lapangan.
Bagi industri hulu migas nasional, kemajuan proyek seperti ini menjadi perkembangan yang dinantikan, terutama dalam upaya mendorong tambahan produksi dan memperkuat pasokan gas domestik.
SKK Migas terus mengawal perkembangan proyek bersama KKKS agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana.
Kedatangan MOPU di Batam pekan depan dan seremoni first cutting pada 2 November mendatang kini menjadi dua agenda penting yang akan menandai perkembangan berikutnya dari proyek pengembangan Lapangan Duyung di Laut Natuna.


