Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan capaian mengejutkan dari sumur rakyat yang dikelola UMKM PT Mataram Conection di Desa Gundih, Blora, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).
Dalam laporan bertajuk Breaking News, Djoko menyebut satu sumur tua dengan kedalaman hanya 130 meter berhasil melonjakkan produksi hingga 94 barel minyak per hari (BOPD), setelah sebelumnya hanya beroperasi secara manual selama delapan jam pada siang hari.
Lonjakan produksi itu terjadi setelah pelaku UMKM setempat melakukan inovasi sederhana namun efektif: mengganti sistem produksi manual menjadi pompa listrik rakitan sendiri yang memungkinkan sumur beroperasi penuh selama 24 jam.
“Dulu diproduksi manual hanya 8 jam karena alasan safety. Sekarang dengan pompa listrik buatan sendiri, produksi bisa jalan 24 jam dan hasilnya naik tiga kali lipat,” ungkap Djoko dalam laporannya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa sumur-sumur rakyat masih menyimpan potensi besar untuk menopang lifting minyak nasional, asalkan didukung teknologi tepat guna dan sistem logistik yang memadai.
Namun, tantangan masih menghadang. Saat ini kendala utama ada pada keterbatasan armada truk tangki untuk mengangkut hasil produksi, sehingga kesinambungan produksi di level 90-an BOPD masih bergantung pada dukungan transportasi.
Djoko berharap keberhasilan UMKM di Blora ini bisa menjadi model nasional bagi sekitar 40 ribu sumur rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Jika pola ini direplikasi, bukan tidak mungkin sumur-sumur marginal yang selama ini dipandang sebelah mata justru menjadi “pasukan tambahan” untuk mendongkrak lifting nasional di tengah target produksi yang semakin agresif.
Kolaborasi antara UMKM, Pertamina, SKK Migas, Ditjen Migas, Kementerian ESDM, hingga Satgas Sumas dinilai menjadi kunci dalam menghidupkan kembali sumur-sumur rakyat yang selama ini tertidur.
“Bersama kita BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA!” menjadi penutup optimistis dari laporan tersebut.


