Djoko Siswanto Bawa Kabar Baik: Sumur Rakyat Sumsel Resmi Mengalir, Produksi Siap Tembus 3.000 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Palembang, Sumsel, ruangenergi.com-Upaya penataan produksi minyak dari sumur masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan kabar menggembirakan terkait pengelolaan minyak rakyat di Sumatera Selatan.

Pada Senin (15/6), telah resmi ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koperasi Produksi Rejeki Bersama Sejahtera (PRBS) dan PT Medco Energi Internasional Tbk, berdasarkan persetujuan Menteri ESDM melalui surat No. T-226/MG.04/MEM.M/2026 tertanggal 12 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengelola minyak dari sumur-sumur masyarakat di wilayah Sumatera Selatan secara lebih tertata, legal, dan produktif.

“Alhamdulillah, ini adalah kabar baik bagi upaya peningkatan lifting nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat. Insya Allah mulai besok minyak sudah bisa mengalir menggunakan truk tangki menuju fasilitas penampungan Medco di Ramba, Sumatera Selatan, dengan aman dan lancar,” ujar Djoko Siswanto dalam laporannya, Selasa (16/6/2026) seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Pada tahap awal, pengiriman minyak ditargetkan mencapai 150 barel per hari. Volume ini diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga menyentuh 500 barel per hari.

Peningkatan produksi dari sumur masyarakat juga tercermin dari capaian UMKM PT Keban Berkah Energi (KBE), yang sebelumnya memasok sekitar 200 barel oil per day (BOPD) ke Medco, kini telah meningkat menjadi 423,6 BOPD.

Secara nasional, kontribusi minyak dari sumur masyarakat di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah saat ini telah mencapai 2.454 BOPD. Dengan bergabungnya Koperasi PRBS, produksi diperkirakan akan menembus level 2.500 hingga 3.000 BOPD.

Tak berhenti di situ, SKK Migas juga menargetkan ekspansi skema serupa ke Sumatera Utara dan Aceh mulai Juli 2026.

Langkah ini dinilai menjadi terobosan penting dalam mengintegrasikan produksi minyak rakyat ke dalam sistem hulu migas nasional. Selain meningkatkan lifting, pola kemitraan antara pemerintah, KKKS, koperasi, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang lebih aman, transparan, dan berkelanjutan.

Dengan tren positif ini, optimisme terhadap pencapaian target lifting nasional semakin menguat. Seperti slogan yang digaungkan SKK Migas: “Bersama Kita Bisa, Lifting Naik Bisa, Bisa, Bisa.”