Lamongan, ruangenergi.com – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggandeng galangan kapal dalam negeri, memulai pembangunan Crew Boat 30 Pax. Pembangunan kapal ini merupakan tonggak penting dalam siklus industri maritim, berperan vital dalam mobilitas pekerja secara aman, cepat dan efisien untuk mendukung kemajuan sektor maritim di Indonesia.
Direktur Utama PTK I Ketut Lama mengungkapkan, Crew Boat memiliki nilai strategis bagi PTK. Kapal ini dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara optimal, khususnya dalam menunjang aktivitas di lapangan yang menuntut keandalan, fleksibilitas, serta tingkat keselamatan yang tinggi.
“Semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” jelasnya pada acara Peletakan Rangka (Keel Laying) Crew Boat 30 Pax, di Lamongan, Senin (27/4).
Pembangunan kapal didukung oleh galangan kapal Indonesia PT Tri Ratna Diesel Indonesia, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Biro Klasifikasi Indonesia, serta PTK sebagai Pemilik Kapal.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Pakis Capt Subuh Fakkurochman mengungkapkan, acara keel laying ini bukan sekedar seremoni pembangunan kapal, melainkan menjadi tonggak penting dalam siklus industri maritim. Ini menandai sinergi stakeholder di industri ini dalam mendukung konektivitas, operasional dan keselamatan di sektor pelayaran.
“Kami mengapresiasi komitmen PTK dan Tri Ratna Diesel Indonesia yang terus mendorong penggunaan galangan kapal dalam negeri. Hal ini sejalan denban semangat kemandirian industri maritim nasional, serta peningkatan kapasitas dan daya saing galangan kapal Indonesia,” tambahnya.
Senada, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami, mengapresiasi dukungan PTK terhadap galangan kapal dalam negeri.
“Kami berharap, PTK tetap berkomitmen membangun kapal di dalam negeri, sehingga galangan kapal di dalam negeri tetap eksis dan dapat menjadi pilihan utama dari seluruh perusahaan pelayaran di Indonesia,” jelasnya.
Crew Boat 30 pax ditargetkan rampung pada 2027. Kapal ini akan digunakan sebagai transporter pekerja dari area pelabuhan (shorebase) ke anjungan lepas pantai. Dengan panjang lambung (hull) 27 meter, kapal ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transfer kru secara optimal dan stabilitas manuver kala menghadapi ombak tinggi. Kapal akan memiliki total daya ~1.700 HP, menjamin kecepatan operasional yang tinggi dan stabil dalam cuaca buruk.


