Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Ketergantungan Indonesia pada energi impor dinilai harus segera dikurangi.
Dikutip dari website www.dpr.go.id, anggota Komisi VI DPR RI Achmad meminta Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) terus menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional lewat peremajaan fasilitas, pemanfaatan teknologi, dan penguatan eksplorasi.
Dorongan itu disampaikan Achmad saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik ke PHE ONWJ di Laut Lepas Utara Jawa, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026). Di sana, ia melihat langsung kegiatan produksi migas perusahaan.
“Produksi mereka harus meningkat. Kenapa? Karena kita percaya impor energi kita akan berkurang terus,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan produksi juga perlu ditopang peremajaan dan teknologi.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai PHE ONWJ memegang peran penting dalam produksi migas nasional. Karena itu, DPR mendorong perusahaan menambah investasi dan modal untuk menjaga sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
Achmad menegaskan, eksplorasi perlu dilakukan dengan dukungan survei dan kajian yang meyakinkan agar investasi yang dikeluarkan membuahkan hasil optimal. Ia mengakui eksplorasi adalah kegiatan bisnis yang selalu punya untung dan rugi.
“Kita harapkan dengan survei yang baik dan teknologi terbaik, hasilnya juga akan bagus,” katanya.
Menurutnya, keberanian mengeksplorasi diperlukan karena penemuan cadangan baru akan langsung berdampak pada naiknya produksi. Meski begitu, langkah tersebut tetap harus berbasis perhitungan matang. “Dengan eksplorasi itu produksi akan meningkat, dan itu akan mewujudkan ketahanan energi kita,” jelasnya.
Selain eksplorasi, Achmad juga menyoroti fasilitas produksi migas yang sudah berusia puluhan tahun. Jika nilai ekonomisnya sudah habis, kata dia, peralatan tersebut perlu diganti dengan yang baru.
“Kita harapkan diganti dengan alat produksi yang baru, mekanik yang baru, dan fasilitas yang baru,” pungkas legislator Dapil Riau I tersebut.


