Area tambang Grasberg Freeport

Gandeng IPB dan Unipa, Freeport Reklamasi Bekas Tambang Grassberg

Jakarta, Ruangenergi.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus melakukan reklamasi di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg yang berada diketinggian kurang lebih 4200 meter.

Menurut, Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama, hal itu dilakukan agar kawasan bekas tambang tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai area konservasi yang memadai bagi flora dan habitat yang aman bagi berbagai jenis satwa lokal.

“Kami terus melakukan reklamasi di daerah tambang terbuka Grasberg dengan melakukan vegetasi tanaman yang native di daerah dengan ketinggian 4200 m tersebut,” jelas Riza saat dihubungi ruangenergi.com (11/09).

Ia menambahkan, dalam melakukan reklamasi bekas tambang, Freeport menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Papua (UNIPA) untuk membuat kajian terhadap tumbuhan yang cocok untuk ditanamkan diketinggian tersebut.

Area tambang Grasberg Freeport Indonesia

“Kami beberapa kali  bekerjasama dengan IPB untuk membuat kajian. Kami juga bekerjasama dengan UNIPA (Univ. Papua),” beber Riza.

Tak hanya di area bekas tambang Grasberg sajanyang dilakukan reklamasi, melainkan di wilayah operasi lainnya di dataran rendah.

Ia mengatakan, untuk di Grasberg sendiri, sebenarnya restorasi sudah dilakukan sejak tahun 1999 dengan melibatkan berbagai pihak, baik kalangan akademisi maupun Pemerintah Kabupaten Mimika dan pemerintah pusat.

Lebih jauh, ia menjelaskan, pemulihan lingkungan di seluruh area kerja Freeport merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan guna mewujudkan produksi yang aman dan berkelanjutan, tidak hanya bagi masyarakat, namun juga bagi lingkungan.

Sementara, Peneliti Pusat Studi Reklamasi Tambang IPB, Dr. Ir. Iskandar, mengatakan, upaya restorasi kawasan Grasberg, dengan berbagai keunikan alam dan tantangan yang dimilikinya, membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antar berbagai sektor.

“Kerja sama yang PTFI lakukan dengan dunia akademisi sangat membantu mempercepat upaya optimalisasi pemulihan kondisi ekologi tambang terbuka Grasber,” ungkap Iskandar.

Menurut, Wakil Dekan 1 FMIPA UNIPA, Maria Massora, menuturkan, dirinya pernah terlibat dalam penelitian restorasi Grasberg.

BACA JUGA  Perlu Dirjen Migas dan Dirjen Minerba yang Mampu Bermanuver di Saat Sulit

Tambang Grasberg Freeport

Dikatakan olehnya, bakteri yang diisolasi dari batuan bijih di tambang Grasberg berpotensi untuk dimanfaatkan dalam program restorasi melalui program bioremediasi untuk membantu mempercepat pemulihan lingkungan di sekitar area Grasberg.

“Kemampuan bakteri untuk mengembangkan mekanisme resistensi terhadap logam membuat bakteri tersebut dapat hidup pada media yang memiliki kadar logam tinggi seperti di area Grasberg, menunjang ketersediaan hara bagi tumbuhan, serta membantu mempercepat pemulihan lingkungan di area Grasberg,” tukasnya.

Sebagai informasi, dengan ketinggian dan karakteristik wilayah bekas tambang tersebut, tantangan untuk merestorasi kondisi ekologi lingkungan semakin meningkat.

Tercatat beberapa di antaranya adalah suhunya yang bisa mencapai 7 derajat Celcius, curah hujannya yang begitu tinggi, intensitas cahayanya yang sangat rendah, dan kawasannya yang dihampari bebatuan tanpa tanah, membuat kemampuan tumbuh berbagai jenis vegetasi menjadi sangat lambat.

Oleh karena itu, salah satu upaya restorasi yang tengah dilakukan adalah melakukan upaya konservasi plasma nutfah, yakni menggunakan sepenuhnya spesies tumbuhan lokal di sekitar Grasberg menjadi tumbuhan yang ditanam di area reklamasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *