Gelar P3DN Summit 2026, Pertamina Perkuat Industri Nasional Menuju Daya Saing Global

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri nasional melalui penyelenggaraan Pertamina P3DN Summit 2026. Ajang ini menjadi wujud nyata peran Pertamina sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, tidak hanya dalam menjaga ketahanan energi, tetapi juga dalam mendorong Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN), memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Komitmen tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan kajian independen Universitas Indonesia (2025), implementasi P3DN di lingkungan Pertamina menghasilkan output ekonomi nasional sebesar Rp1.388,9 triliun, berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp772,9 triliun, serta mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Menurutnya, Pertamina adalah bedrock atau tumpuan perekonomian Indonesia.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini,” ujar Airlangga.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan bahwa penyelenggaraan P3DN Summit 2026 sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah industri, dan mewujudkan kemandirian ekonomi.

“Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri. Dengan demikian, setiap proyek energi bukan hanya menghadirkan manfaat bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia,” ujar Simon.

Sementara itu, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, menjelaskan bahwa skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir memberikan peluang besar untuk meningkatkan penyerapan produk dan jasa dalam negeri. Melalui sinergi Holding, Subholding, hingga Anak Perusahaan, Pertamina terus mengoptimalkan belanja perusahaan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri nasional.

“Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional. Ketika produk lokal semakin banyak terserap, industri manufaktur akan semakin berkembang, investasi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta. Inilah makna sesungguhnya dari Energizing Indonesia—tidak hanya menghadirkan energi bagi negeri, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Jaffee.

Komitmen tersebut tercermin dari realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp531,5 triliun, meningkat 27,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan (maintenance) sebesar Rp309,6 triliun atau sekitar 58,2 persen dari total realisasi.

Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri Pertamina telah mencapai Rp239,9 triliun, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina berharap dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan UMKM untuk mempercepat transformasi industri Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.