Good News dari Sepinggan! V-7 Cetak 710 BOPD, 2,4 Kali Lipat Target

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com- Selagi berkunjung dan mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ikut dalam rombongan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membawa kabar baik. Kabar itu datang dari kegiatan hulu minyak dan gas bumi. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Zona 10 berhasil menyelesaikan pekerjaan well service dan workover pada sumur Victor V-7 di Lapangan Sepinggan, Kalimantan Timur.

Kabar tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan Good News pada Rabu, 2 September 2026. Pekerjaan sumur V-7 dinyatakan rampung pada 1 September 2026 dan langsung diserahterimakan kepada tim produksi.

Hasilnya cukup menggembirakan. Setelah dilakukan pengujian produksi, sumur V-7 mampu menghasilkan 710 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini jauh melampaui target awal yang hanya 293 BOPD, atau mencapai 242% dari target.

Tak hanya minyak, produksi gas dari sumur tersebut juga tercatat 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 0,5 MMSCFD.

Fishing Berhasil, Akses Sumur Terbuka

Keberhasilan ini diawali dengan pekerjaan well services, yakni fishing downhole equipment. Tim Well Intervention PHKT berhasil mengangkat peralatan yang berada di dalam sumur sehingga akses menuju zona interest kembali terbuka.

Akses tersebut berhasil dibuka hingga kedalaman sekitar 13.000 kaki.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan workover perforasi untuk membuka lapisan 87-8 pada interval 13.411–13.423 ftBRT serta lapisan 88-5 pada interval 13.471–13.489 dan 13.494–13.511 ftBRT.

Setelah seluruh rangkaian pekerjaan selesai, pengujian produksi dilakukan dan menghasilkan lonjakan produksi yang melampaui ekspektasi.

Dari 13 Hari Dipangkas Jadi 4 Hari

Yang menarik, keberhasilan tersebut juga dibarengi efisiensi waktu dan biaya.

Workover V-7 menggunakan Accommodation Working Barge, Slickline, dan Electric Line Unit. Berkat optimasi pelaksanaan di lapangan, pekerjaan yang semula direncanakan berlangsung selama 13 hari berhasil diselesaikan hanya dalam 4 hari.

Efisiensi juga terlihat dari sisi biaya. Hingga 1 September 2026, biaya yang telah dikeluarkan tercatat sekitar US$126.371, atau hanya sekitar 15% dari rencana anggaran sebesar US$816.624 yang telah disetujui SKK Migas.

Dengan tambahan produksi sebesar 710 BOPD dan 0,8 MMSCFD tersebut, sumur V-7 diharapkan menjadi salah satu penopang peningkatan produksi migas PHKT Zona 10 sekaligus memberikan tambahan bagi produksi migas nasional.

“Bersama kita: Doa & BISA. Lifting naik, BISA BISA BISA,” demikian semangat yang disampaikan dalam laporan tersebut.