Kabar Baik dari Hulu Migas: Karhutla Menurun, Area Aman Tembus 72%

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Berdasarkan laporan harian SKK Migas per 3 September 2026, sebanyak 67 KKKS atau 72% berada dalam status aman.

Laporan yang disusun Kelompok Kerja K3LL, Divisi Penunjang Operasi SKK Migas, tersebut mencatat dari total wilayah yang dipantau, 17 KKKS (18%) berstatus waspada, 8 KKKS (9%) siaga, dan 1 KKKS (1%) masih berada dalam status tanggap darurat. 

Data ini memperlihatkan bahwa sebagian besar wilayah operasi hulu migas masih berada dalam kondisi terkendali. Sejumlah titik api yang sebelumnya berada dekat sumur, fasilitas produksi, maupun jalur pipa juga dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

BP Berau Masih Tanggap Darurat

Satu-satunya KKKS yang masih berstatus tanggap darurat adalah BP Berau di wilayah Papua dan Maluku (Pamalu). Ancaman karhutla tercatat berdampak pada kawasan Kilang LNG Tangguh.

Upaya pemadaman masih dilakukan menggunakan helikopter, terutama di Cluster 4. Operasi tersebut menjadi perhatian utama dalam pemantauan SKK Migas karena lokasi kebakaran berada di sekitar fasilitas strategis hulu migas. 

Sementara itu, Kalrez Petroleum di wilayah Bula Tenggara juga masih berstatus siaga. Titik api yang sebelumnya muncul di area tersebut telah berhasil ditangani. 

Di Kalimantan, Pertamina Hulu Sanga Sanga masih berstatus siaga setelah terdapat titik api di sekitar sumur minyak Mutiara 987. Namun, api tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Kondisi serupa terjadi di Pertamina EP Zona 9 Sangatta Field, yang tetap siaga menyusul titik api sebelumnya yang telah berhasil ditangani. 

Di Sumatera Selatan, Pertamina EP Zona 4 Limau Field juga berada dalam status siaga. Laporan menyebut terdapat dua titik api dengan jarak sekitar 50 meter dari sumur L5a 183, tetapi keduanya telah berhasil ditangani. 

Sementara di wilayah Jabanusa, Pertamina EP Zona 11 Cepu-ADK Field masih siaga setelah ditemukan empat titik api di sekitar sejumlah fasilitas operasi. Jarak titik api berada antara 1,81 kilometer hingga 8,35 kilometer dari lokasi fasilitas, dan seluruhnya telah berhasil ditangani. 

Jika dibandingkan laporan sebelumnya, kondisi karhutla di wilayah hulu migas menunjukkan tren perbaikan. Pada 25 Agustus 2026, laporan mencatat hanya 56% wilayah dalam kondisi aman, sementara 24% waspada, 6% siaga, dan 7% tanggap darurat. 

Memasuki 3 September, porsi wilayah yang berstatus aman meningkat menjadi 72%, sementara status tanggap darurat turun menjadi 1%. 

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penanganan titik api dan penguatan kesiapsiagaan di sekitar wilayah operasi terus memberikan hasil. Meski demikian, status siaga masih dipertahankan di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi karhutla dapat berubah cepat.

Bagi SKK Migas, situasi ini menjadi bagian penting dari pengawasan kegiatan hulu migas, terutama untuk memastikan keselamatan pekerja, keamanan fasilitas produksi, serta keberlangsungan operasi di tengah ancaman karhutla.