Lonjakan Kinerja MedcoEnergi: Dari Migas hingga Energi Terbarukan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — PT Medco Energi Internasional Tbk membuka tahun 2026 dengan performa impresif. Di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil, perusahaan energi nasional ini justru mencatat lonjakan laba dan peningkatan produksi yang signifikan pada kuartal pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan kinerja terbaru, MedcoEnergi membukukan laba bersih sebesar US$67 juta, melonjak dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, EBITDA mencapai US$351 juta, mencerminkan efisiensi operasional sekaligus momentum harga energi global yang menguntungkan.

CEO Roberto Lorato menilai capaian ini sebagai hasil kombinasi strategi yang tepat dan kondisi pasar yang mendukung. “Kenaikan produksi serta kontribusi yang semakin kuat dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan menjadi pendorong utama kinerja kami,” ujarnya.

Dari sisi operasional, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai 169 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), naik sekitar 18% secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh kontribusi aset strategis seperti Natuna, Corridor, hingga operasi di Oman.

Kenaikan harga energi global juga menjadi katalis penting. Harga minyak terealisasi rata-rata mencapai US$75 per barel, bahkan sempat menyentuh US$94 per barel pada Maret, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Tak hanya migas, segmen ketenagalistrikan juga menunjukkan tren positif dengan penjualan mencapai 1.053 GWh, naik 21% dibanding tahun lalu. Menariknya, hampir sepertiga atau 28,5% dari penjualan tersebut berasal dari energi terbarukan—indikasi kuat arah transformasi bisnis perusahaan.

Langkah ekspansi MedcoEnergi juga terus berlanjut. Penandatanganan PSC Cendramas menandai kembalinya perusahaan ke Malaysia, sementara pengembangan proyek gas Sakakemang ditargetkan mulai produksi pada 2027.

Di sisi lain, kontribusi dari investasi di Amman Mineral Internasional semakin terasa, dengan tambahan laba bersih US$34 juta pada kuartal ini.

Direktur Utama Hilmi Panigoro menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus pada pertumbuhan berkelanjutan. “Kami menjaga disiplin keuangan sekaligus memperkuat portofolio untuk memastikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Di tengah ekspansi, MedcoEnergi tetap menjaga kesehatan neraca. Rasio utang bersih terhadap EBITDA stabil di 1,7x, dengan kas dan setara kas mencapai US$598 juta. Perusahaan juga mempertahankan peringkat kredit yang solid dari lembaga pemeringkat internasional.

Untuk keseluruhan tahun 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas di kisaran 165–170 mboepd serta penjualan listrik hingga 4.550 GWh. Dengan belanja modal yang terukur dan fokus pada efisiensi, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan.

Di tengah transisi energi dan ketidakpastian global, performa MedcoEnergi menunjukkan satu hal: perusahaan energi Indonesia ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus melaju—memanfaatkan peluang di setiap dinamika pasar.