Tanjung Jabung Barat, Jambi, ruangenergi.com-Siapa sangka, di balik geliat tambang migas nasional, ternyata ada ribuan sumur minyak rakyat yang ikut menyumbang produksi.
Data terbaru SKK Migas mencatat ada sekitar 8.300 sumur minyak rakyat di Sumatera. Dari jumlah itu, 2.200 sumur berada di Provinsi Jambi.
Meski begitu, angka tersebut belum final. Pemerintah bersama Kementerian ESDM masih terus melakukan pendataan dan verifikasi lapangan untuk memastikan lokasi, kondisi, serta status hukum dari setiap sumur.
“Datanya sudah tercatat, tapi detail titik lokasinya masih perlu diverifikasi,” ujar Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syaefi Syafri, dalam sebuah acara di Tanjung Jabung Barat, seperti dilaporkan koresponden ruangenergi.com, Bagas Fahrezi.
Langkah pendataan ini menjadi penting setelah terbitnya Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang membuka peluang legalisasi sumur rakyat. Aturan ini memungkinkan masyarakat tetap bisa mengelola sumurnya, tapi dengan mekanisme resmi lewat koperasi, BUMD, UMKM, atau KUD yang ditunjuk pemerintah daerah.
Harapannya, ribuan sumur rakyat ini tidak lagi beroperasi di “wilayah abu-abu”, tapi masuk dalam sistem resmi sehingga bermanfaat bagi masyarakat, daerah, sekaligus menambah pasokan minyak nasional.