Luar Biasa! Dari Aceh ke Dunia: Terminal Arun Bawa Indonesia Jadi Jawara Re-Ekspor LNG Global

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung energi global. Melalui Terminal Arun yang dioperasikan PT Perta Arun Gas (PAG), Indonesia resmi dinobatkan sebagai pasar pemuatan re-ekspor LNG (Largest Re-Export Loading Market LNG) terbesar di dunia berdasarkan IGU World LNG Report 2026.

Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 juta ton atau menguasai 17,3 persen pangsa pasar dunia. Capaian ini sekaligus mengungguli sejumlah negara yang selama ini dikenal sebagai pemain utama dalam bisnis LNG internasional.

Di balik prestasi tersebut, Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh, menjadi aktor utama. Terminal yang dikelola PT Perta Arun Gas, afiliasi Subholding Gas Pertamina, menjadi satu-satunya fasilitas di Indonesia yang berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, sekaligus berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan LNG baru di kawasan Asia.

President Director PT Perta Arun Gas, Yan Syukharial, mengatakan keberhasilan ini merupakan buah dari strategi perusahaan yang menjadikan bisnis LNG Hub sebagai salah satu tulang punggung pengembangan usaha.

“Terminal Arun berstatus PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujarnya.

Prestasi ini bukan yang pertama bagi PAG. Pada Agustus 2022, lembaga riset energi internasional IHS Markit juga menobatkan Terminal Arun sebagai terminal reloading LNG paling aktif di dunia. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa fasilitas yang pernah dikenal sebagai kilang LNG terbesar di Indonesia itu kini berhasil bertransformasi menjadi pusat logistik dan distribusi LNG berkelas dunia.

Keunggulan Terminal Arun tidak hanya terletak pada fasilitasnya, tetapi juga pada lokasi strategisnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe yang berada di jalur pelayaran internasional. Posisi ini memungkinkan proses penerimaan maupun penyaluran LNG ke berbagai negara berlangsung lebih efisien dan kompetitif.

Sepanjang 2025, PAG mencatat aktivitas operasional yang sangat intensif dengan 49 kegiatan, terdiri atas 27 unloading, 11 reloading, serta 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD).

Volume LNG yang ditangani pun sangat besar. Aktivitas unloading mencapai 1,49 juta meter kubik atau setara 34,8 juta MMBTU, sedangkan reloading mencapai 1,16 juta meter kubik dengan energi sebesar 27 juta MMBTU. Adapun layanan GUCD mencatat volume 176.847 meter kubik atau sekitar 4,1 juta MMBTU.

Kinerja operasional tersebut turut mendorong performa keuangan perusahaan. Selama 2025, PAG membukukan pendapatan sebesar USD105 juta dengan laba bersih mencapai USD25,1 juta, sebuah pencapaian yang menunjukkan pertumbuhan positif meski industri energi global masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Yan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kombinasi berbagai keunggulan strategis yang dimiliki perusahaan, mulai dari status sebagai satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia, lokasi Terminal Arun yang dekat dengan pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan, hingga dukungan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif.

Ke depan, PAG memastikan akan terus memperkuat keandalan operasional kilang dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta menghadirkan berbagai inovasi dalam bisnis LNG.

“Kami akan terus meningkatkan keandalan operasional dan menghadirkan inovasi berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar LNG global,” tutup Yan.