Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menunjukkan tajinya dalam menjaga denyut produksi minyak nasional. Di tengah tantangan pengeboran yang kompleks, Sumur Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan berhasil menghasilkan potensi produksi awal mencapai 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen, sebuah indikator kualitas minyak yang sangat baik.
Keberhasilan ini menjadi kabar positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional. Sumur infill berarah tipe J tersebut menargetkan reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki dan berhasil membuktikan bahwa lapangan-lapangan matang di Blok Rokan masih menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan.
Namun, pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Tim pengeboran harus menghadapi berbagai tantangan teknis, mulai dari long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, melintasi zona patahan (fault crossing), hingga ancaman differential sticking pada interval produksi.
Berkat perencanaan yang matang, penerapan teknologi pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi, seluruh tantangan berhasil diatasi tanpa mengorbankan aspek keselamatan maupun kualitas operasi.
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan Sumur Menggala South-21 menjadi bukti bahwa pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
“Keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi yang sangat baik. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara,” ujar Andre.
Tak hanya menghasilkan produksi yang tinggi, proyek ini juga mencatatkan kinerja operasional yang impresif. Pengeboran yang dimulai pada Juni 2026 berhasil diselesaikan pada 19 Juli 2026, atau 9 persen lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Dari sisi biaya, proyek ini juga mencatat efisiensi hingga 44 persen, sekaligus menyelesaikan seluruh pekerjaan tanpa insiden keselamatan kerja menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig.
Capaian tersebut semakin memperkuat optimisme PHR terhadap potensi pengembangan lapangan Menggala dan wilayah sekitarnya. Perusahaan akan terus melakukan evaluasi subsurface serta optimalisasi pengembangan lapangan guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
Sebagai pengelola Wilayah Kerja Rokan, PHR menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan secara prudent, berbasis teknologi dan data, dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja, keandalan operasi, serta prinsip keberlanjutan.
Dengan keberhasilan Sumur Menggala South-21, PHR kembali membuktikan bahwa inovasi, disiplin operasi, dan kemampuan menghadapi tantangan teknis menjadi kunci dalam menjaga Blok Rokan sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia.

