Jakarta, ruangenergi.com — Dosen dan mahasiswa Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembali menunjukkan kiprah strategisnya di panggung nasional. Kali ini, mereka terlibat langsung sebagai panitia dalam Nuclear Readiness Forum 2026 yang digelar di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta.
Forum bertema “From Commitment to Execution, Advancing Indonesia’s Nuclear Power Program” ini diinisiasi oleh KATGAMA sebagai ruang kolaborasi lintas sektor—mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri—untuk memperkuat kesiapan Indonesia menuju implementasi energi nuklir.
Ketua panitia, Dr. Agus Setiawan, dosen Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan (FKET) ITPLN, memimpin langsung jalannya kegiatan bersama tim mahasiswa.
“Forum berlangsung lancar dengan menghadirkan sejumlah pakar dari bidang teknologi, sosial, regulasi, hingga pelaku industri global,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026.
Sejumlah narasumber dalam forum tersebut menilai prospek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia semakin realistis. Bahkan, implementasi awal ditargetkan mulai 2032.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang turut menghadiri dan membuka acara itu menegaskan kesiapan pemerintah dalam memasuki era PLTN pada periode 2032–2045.
“PLTN akan menjadi base load penting dalam sistem kelistrikan nasional untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat sekaligus mendukung transisi energi bersih,” kata Airlangga.
Dari internal kampus, sejumlah pimpinan ITPLN turut hadir, di antaranya Wakil Rektor IV Ahsin Sidqi, Ketua GINEST Agus Puji, serta dosen FKET Adri Senen dan Ginas Alvianingsih. Kehadiran mereka memperkuat posisi ITPLN sebagai salah satu institusi pendidikan yang aktif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.
Keterlibatan aktif dalam forum ini menjadi sinyal kuat bahwa ITPLN tidak hanya berperan di ranah akademik, tetapi juga dalam penguatan ekosistem energi nasional.
Selain itu, forum ini sekaligus menegaskan luasnya jejaring nasional dan internasional yang dimiliki ITPLN dalam mendorong kolaborasi lintas sektor menuju masa depan energi berkelanjutan di Indonesia.

