Catat Ya, Keel Laying Utility Boat 22 Pax, Langkah Strategis PTK Perkuat Ketahanan Energi Laut

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bekasi, Jawa Barat, ruangenergi.com— Komitmen memperkuat rantai pasok energi nasional kembali ditegaskan oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Senin (20/4), perusahaan resmi memulai pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax melalui prosesi keel laying di galangan PT Tesco Indomaritim, Babelan, Bekasi.

Prosesi keel laying bukan sekadar seremoni. Ini adalah penanda dimulainya fase konstruksi utama kapal—fondasi dari armada yang akan berperan penting dalam menjaga denyut distribusi energi di negeri kepulauan.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba, menegaskan bahwa keandalan armada laut merupakan tulang punggung ketahanan energi nasional. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi entitas yang tangguh dan berkelanjutan.

“Peremajaan dan penambahan kapal kami lakukan secara bertahap dan selektif, sesuai kebutuhan pelanggan. Seluruh proses juga melalui mekanisme lelang yang transparan dan akuntabel, termasuk kerja sama dengan galangan nasional seperti Tesco Indomaritim,” ujarnya.

Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi kompleksitas distribusi energi yang tidak sederhana. Sekitar 60 persen distribusi energi nasional bergantung pada jalur laut—sebuah angka yang menegaskan betapa vitalnya peran armada pendukung.

Dalam konteks ini, Utility Boat bukan sekadar kapal pengangkut. Ia menjadi penghubung vital yang membawa personel, logistik, hingga memastikan operasional migas lepas pantai tetap berjalan tanpa gangguan. Satu hambatan kecil di laut bisa berimbas pada rantai pasok energi yang luas.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sejak tahap desain hingga konstruksi.

“Seluruh pembangunan mengacu pada standar keselamatan tinggi serta regulasi dari Badan Klasifikasi Indonesia. Dalam industri energi, detail sekecil apa pun bisa berdampak besar,” jelasnya.

Pembangunan kapal ini juga membawa misi strategis lain: meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan menggandeng galangan lokal, PTK turut mendorong kemandirian industri maritim nasional.

Direktur Tesco Indomaritim, Jamin Basuki, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memenuhi ekspektasi tinggi proyek ini.

“Kami memahami kapal ini akan menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional. Karena itu, setiap proses kami jalankan dengan disiplin dan standar terbaik,” ujarnya.

Kapal Utility Boat 22 Pax ini ditargetkan rampung pada 2027, dengan desain yang lebih modern dan efisien. Ke depan, PTK juga berencana melakukan peremajaan kapal sejenis sebagai bagian dari strategi penguatan armada.

Lebih dari sekadar pembangunan kapal, langkah ini mencerminkan investasi jangka panjang dalam memastikan layanan marine yang andal—sekaligus menjaga distribusi energi tetap mengalir ke seluruh penjuru Indonesia.

Di tengah tantangan geografis yang unik, laut bukan lagi sekadar pemisah pulau—melainkan jalur vital yang menyatukan energi untuk negeri.