PLTP Patuha

Mengurai Tantangan Pengembangan Energi Panas Bumi

Ciwidey, Ruangenergi.comKomisi VII DPR RI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha, berkapasitas 55 Megawatt (MW).

PLTP Patuha memiliki luas 36.120 Ha, dikelola oleh PT. Geo Dipa Energi (Persero) yang berada di wilayah Ciwidey, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Kunjungan kerja tersebut diikuti oleh Ketua dan Anggota Komisi VII DPR RI, Direktur Jenderal EBTKE, F.X. Sutijastoto, beserta rombongan.

Dalam kunjungannya, Komisi VII DPR RI membawa misi untuk melakukan pendalaman terhadap berbagai isu yang menghambat pengembangan panas bumi dan merumuskan solusinya agar dapat dikembangkan secara massif.

Meskipun ditengah situasi tekanan Pandemi Covid-19, kunjungan kerja ini merupakan bentuk nyata keseriusan Pemerintah dan DPR RI agar Indonesia dapat segera mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, dan beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT) yang bersih serta ramah lingkungan.

Sebagai salah sumber energi terbarukan, Komisi VII menilai, panas bumi memiliki peranan penting dalam pengembangan infrastruktur dan wilayah perekonomian di wilayah sekitar potensi.

Pasalnya, pemanfaatan energi panas bumi akan memperkuat perekonomian nasional dengan menekan pengaruh fluktuasi minyak dunia, yang akan mempengaruhi pemakaian sekaligus mengurangi kebutuhan impor BBM Indonesia.

Rombongan komisi VII dan dirjen ESDM

Oleh karena itu, melalui kunjungan kerja ini diharapkan dapat dipahami secara nyata dan komprehensif kendala atau hambatan dalam pengusahaan panas bumi yang sangat bermanfaat untuk perumusan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait EBT agar lebih sempurna.

Selain itu, juga dimaksudkan untuk menyerap aspirasi masyarakat di sekitar kegiatan usaha panas bumi, agar dapat ditindaklanjuti dalam rapat Komisi VII DPR RI.

Sebagai informasi, PLTP Patuha memanfaatkan energi panas bumi yang bersih dan ramah lingkungan.

Kapasitas terpasang PLTP Patuha saat ini sebesar 55 MW yang dikembangkan dengan nilai investasi sebesar US$ 165 juta dan telah mencapai COD (Commercial Operation Date) sejak tanggal 22 September 2014. Produksi listriknya mampu meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa – Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 460 GWh/tahun.

BACA JUGA  Geodipa Energi Kerjasama Dengan ADB Bangun PLTP

Produksi listrik ini mampu melistriki lebih dari 60 ribu rumah. Pemanfaatannya akan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (green house gasses) sebesar 367 ribu ton CO2/tahun.

 

Pengembangan Unit II

Sementara, Direktur Jenderal EBTKE, F. X. Sutijastoto mengatakan bahwa PT Geo Dipa Energi telah merencanakan pengembangan PLTP Patuha Unit 2.

“Berdasarkan rencana pengembangan, PLTP Patuha Unit 2 akan siap COD tahun 2023 dengan kapasitas 55 MW, dengan nilai investasi sebesar US$ 179 Juta”, jelas Dirjen Toto.

Ia menambahkan, beroperasinya PLTP Patuha ini juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat disekitar proyek yang direalisasikan dalam program Community Development.

Dalam periode tahun 2016 s.d. triwulan II tahun 2020, Geo Dipa telah merealisasikan biaya Community Development sebesar Rp 11,96 Milyar untuk kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Selain berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, lanjut Toto, PLTP Patuha juga berkontribusi besar pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyetoran Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah yang pemanfaatannya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar PLTP.

Secara total, untuk periode penyetoran 2014 – triwulan II 2020, Geo Dipa Energi Area Patuha telah membayarkan kewajiban Bonus Produksi sebesar Rp. 12,83 Milyar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Bonus produksi bertujuan agar masyarakat di daerah penghasil dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan PLTP di wilayah mereka.

“PT. Geo Dipa Energi juga telah memberikan kontribusi dalam bentuk penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada Pemerintah sebesar RP. 3,77 Milyar pada triwulan III tahun 2020 ini”, beber Toto.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, bahwa di area Patuha inilah masyarakat dapat melihat bagaimana potensi energi panas bumi yang begitu besar dapat berdampingan secara harmonis dengan kawasan hutan, pertanian dan masyarakat setempat pada saat bersamaan.

“PLTP Patuha merupakan bagian kecil dari anugerah Tuhan yang diberikan kepada Indonesia khususnya masyarakat Ciwidey dan juga dinikmati oleh masyarakat di pulau Jawa Bali dalam bentuk ketersediaan energi listrik yang bersih,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *