Medco energi internasional

Pandemi Covid-19, Medco Energi Pangkas Produksi Gas 2020 jadi 100 – 105 mboed

Jakarta, Ruangenergi.com – PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan kinerja keuangan semester pertama tahun 2020.

Chief Executive Officer (CEO) PT MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan, Pandemi Covid-19 membuat kebutuhan akan energi menjadi turun, sehingga hal ini berdampak pada harga minyak dan gas dunia.

“Menurunnya kebutuhan energi akibat pandemi Covid-19 mengakibatkan harga minyak kuartal kedua berada di bawah US$30/bbl dan memangkas permintaan gas ke level minimum,” katanya.

Ia menambahkan, menyikapi kondisi luar biasa ini, MedcoEnergi menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, guna melindungi pekerja dan menjaga keberlangsungan usaha.

“Perusahaan juga mengurangi pengeluaran sebesar US$200 juta dan merevisi panduan produksi tahun 2020 menjadi 100 – 105 mboed,” ungkap Roberto.

Namun, lanjutnya, untuk mengantisipasi masa depan yang lebih baik, segmen minyak dan gas bumi akan terus berinvestasi dalam eksplorasi dan proyek lain memberikan nilai tambah.

Sedangkan di bidang ketenagalistrikan, Medco Power tengah menyelesaikan Proyek CCGPP (Combined Cycle Gas Power Plant) yang berlokasi di Riau dengan kapasitas 275 Megawatt (MW), bersama mitranya dari Thailand (Ratchaburi).

Adapun Ikhtisar Keuangan PT MedcoEnergi, di antaranya :

Pertama, Menyelesaikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang oversubscribed sebesar 43% senilai Rp1.785 miliar (~US$ 120 juta) dengan partisipasi 98% pemegang saham.

Kedua, EBITDA 1H 2020 sebesar US$305 juta, turun 5% year-on-year. Efisiensi biaya dan sinergi dari integrasi Ophir Energi mengurangi biaya overhead sebesar US$17 juta, mempertahankan EBITDA untuk tetap stabil meskipun terjadi penurunan permintaan energi dan turunnya realisasi harga minyak sebesar 39% (1H 2020 US$38,7/bbl, 1H 2019 US$63,6/bbl).

Ketiga, Membukukan rugi bersih di Kuartal 1 2020 sebesar US$96 juta, dengan keuntungan dari segmen minyak dan gas serta ketenagalistrikan mengimbangi kerugian di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), impairment keuangan akibat harga minyak dan kerugian pada operasi yang dihentikan.

Keempat, Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$695 juta pada 30 Juni, naik dari US$595 juta pada akhir 2019.

Kelima, Perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi 2020 hingga 2021 dengan rata-rata harga di US$48/bbl dan US$42/bbl untuk memberikan perlindungan terhadap permintaan energi yang lebih rendah.

Keenam, Pada Juni 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian dengan SKK Migas untuk beberapa PSC di Indonesia guna menjaga agar pendapatan Perusahaan dari produksi gas tidak berubah. Hal ini mengacu pada penyesuaian harga gas konsumen sesuai Peraturan Menteri No.89K/2020 dan No.91K/2020.

Ketujuh, Belanja modal pada 1H 2020 adalah US$178 juta, US$120 juta pada minyak dan gas untuk penyelesaian Proyek Meliwis di Jawa Timur pada Juli, pengeboran eksplorasi yang berhasil di South Natuna dan US$58 juta pada Medco Power untuk pembangunan Riau CCGPP serta pengeboran eksplorasi panas bumi Ijen.

BACA JUGA  Apresiasi Tajak Sumur Eksplorasi West Belut-1

Kedelapan, Q1 2020, Perusahaan melakukan tender offer untuk obligasi 144A/Reg S Senior Notes sebesar US$400 juta dan pada Agustus melaksanakan call option atas sisa hutang.

Kesembilan, Hutang bruto sebesar US$2,7 miliar, turun 8% year-on-year dengan hutang bersih1 sebesar US$2.074 juta, turun 5% year-on-year. Hutang bersih terhadap EBITDA1 pada akhir 1H 2020 adalah 3,7x, Perseroan akan mempertahankan target leverage 3,0x dan akan terus mengurangi hutang dengan ekspektasi bahwa harga komoditas akan pulih kembali dalam waktu dekat.

Ikhtisar Operasional, di antaranya :
Pertama, Produksi minyak dan gas adalah 101 mboepd, naik 5% year-on-year setelah akuisisi Ophir. Permintaan gas jauh di bawah kapasitas Perseroan dan di bawah tingkat normal sebelum Covid-19.

Kedua, Biaya tunai per unit adalah US$7,8 per boe, sesuai panduan tahunan dan di bawah 1H 2019 meskipun terdapat pengeluaran sebesar US$8 juta untuk menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi Covid-19.

Ketiga, Menyusul penemuan eksplorasi komersial pada Q1 2020 di sumur Bronang-2 dan Kaci-2, Perseroan sukses mengebor sumur eksplorasi lanjutan pada September di sumur Terubuk-5. Penemuan ini akan dikembangkan dengan cepat dengan menggunakan infrastruktur PSC South Natuna Sea.

Keempat, Medco Power dan Kansai Electric Power Company telah menandatangani Aliansi Strategis untuk
mengembangkan fasilitas IPP gas baru di Indonesia.

Kelima, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.136 GWh pada 1H 2020, penurunan 9% year-on-year karena adanya penurunan permintaan listrik di Batam.

Keenam, Eksplorasi sumur baru di Ijen 6-1 dan 5-1, Blawan Ijen, Jawa Timur menemukan reservoir uap yang kuat dan
Medco Power sedang melakukan kegiatan eksplorasi pada dua sumur lagi untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan panas bumi.

Ketujuh, Konstruksi CCGPP Riau telah mencapai progres 86% dan diharapkan dapat selesai pada 2021. Sementara konstruksi pada fasilitas PV 26MWp di Sumbawa sudah dimulai.

Kedelapan, Pengembangan Fase 7 di AMNT mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Pada 1H 2020 AMNT menghasilkan 106 Mlbs tembaga dan 37 Koz emas.

Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menambahkan, menyikapi penurunan permintaan energi jangka pendek, pihaknya merevisi panduan 2020, di antaranya :

Produksi Minyak dan Gas sebesar 100 – 105 mboepd; Biaya produksi Minyak dan Gas dibawah US$10/boe; Total belanja modal dibawah US$240juta, dan; Penjualan daya ketenagalistrikan 2.600 GWh.

“Saya berterima kasih kepada pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan telah berbagi kesuksesan dengan MedcoEnergi selama 40 tahun perjalanan kami,” kata Hilmi.

“Kedepannya, saya bangga dengan keberhasilan eksplorasi baru- baru ini di Natuna dan aliansi dengan Kansai Electric yang akan membuka peluang untuk memperluas integrasi bisnis Gas dan Ketenagalistrikan Perseroan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *