Pemerintah: Keandalan Pasokan Listrik Selama PSBB Aman

Jakarta, Ruangenergi.com – Dirjen Ketenagalistrikan
Kementerian ESDM, Rida Mulyanamemastikan bahwa peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik, dalam kondisi aman, terlebih di masa pandemi seperti saat ini menjadi perhatian pemerintah.

“Pemerintah dan teman-teman di PLN, day by day, concern untuk menjamin pasokan listrik yang tidak saja cukup, tapi juga andal. Terlebih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar-red) masih dijalankan, ada saudara-saudara kita yang terpaksa bekerja dari rumah,” ujar Rida di Jakarta, Senin (08/6).

Menurut dia, untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik, maka salah satu terobosan regulasi yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Liquefied Natural Gas (LNG) dalam penyediaan listrik. Selain itu, pemerintah juga fokus meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), serta pengembangan Kawasan Lintas Batas Negara.

Untuk memastikan pelayanan di bidang usaha penunjang tenaga listrik tetap berjalan di tengah pandemi virus COVID-19, pihaknya juga mengeluarkan beberapa kebijakan baru dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kebijakan new normal di bidang teknik ketenagalistrikan ini telah ditetapkan dalam pengujian instalasi tenaga listrik hingga terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Uji Kompetensi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK).

BACA JUGA  Sinergi PLN dan Surveyor Indonesia Luncurkan Aplikasi e-PLN Kepabeanan

“Meskipun masih ada pembatasan akibat COVID-19, kami di Ditjen Gatrik terus-menerus menjaga kualitas pelayanan. Saat ini kita sudah menggunakan teknologi yang makin berkembang dalam hal penerbitan SLO dan SKTTK yang dilakukan secara online,” papar Rida.

Pada kesempatan yang sama, Rida juga menuturkan bahwa dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020, semakin jelas garis penarikan antara sipil yang berkiblat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan elektrikal mekanikal yang mengacu ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Jadi acuan kita makin jelas sehingga teman-teman sebagai pelaksana di lapangan tidak bingung,” ujarnya.

Rida juga menyoroti iklim investasi yang tetap harus dijaga. Ia menekankan pentingnya meningkatkan sinergi dan komunikasi di antara para pemangku kepentingan di sektor ketenagalistrikan.

“Walau tidak bertemu langsung, gunakan gadget. Termasuk sekiranya ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau masukan yang perlu disampaikan, kami sangat terbuka demi perbaikan iklim investasi di sektor ketenagalistrikan,” tukasnya.

Rida mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan pemerintah dengan melakukan disiplin yang ketat. “Tolong jaga kesehatan. New normal artinya disiplin. Disiplin untuk menjaga diri sendiri, keluarga, kolega kita di kantor, dan masyarakat. Terapkan protokol kesehatan ini di kantor dan kediaman masing-masing,” pungkasnya.(SF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *