PLN Klaim Pelanggan Alami Tagihan Drastis Hanya 6 Persen

Jakarta, Ruangenergi.com – Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan hanya 6 persen pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik drastis hingga 200 persen.

“Kami memiliki data, dan hanya sebesar 6 persen pelanggan yang memang mengalami kenaikan tagihan listrik hingga 200 persen dan itu ada catatan data pemakaian semua,” kata Yuddy Setyo dalam diskusi virtual yang di Jakarta, Senin sore.

Menurut Yuddy ada sebanyak 4,3 juta pelanggan PLN yang mengalami kenaikan tagihan listrik sebesar 20 persen pada saat masa PSBB, khususnya bulan Mei 2020. “Dari 4,3 juta pelanggan tersebut, hanya 6 persen yang mengalami kenaikan hingga 200 persen saat tagihan listrik bulan Mei 2020,” tukasnya.

Yuddy menegaskan bahwa tidak ada subsidi silang dalam pembayaran listrik, apalagai sampai kenaikan tari “Semua data tercatat sistem dari pemakaian,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril menjelaskan bahwa kenaikan tagihan listrik pada Juni 2020 merupakan dampak dari penghitungan rata-rata pada tiga bulan terakhir saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

BACA JUGA  Jawa Satu Power Melakukan Pre Commissioning GIS

“Tidak ada kenaikan tarif listrik, tapi memang ada kenaikan konsumsi listrik selama kebijakan PSBB yang dihitung menggunakan skema rata-rata tiga bulan sebelumnya,” kata Bob.

Menurutnya, kebanyakan pelanggan akan mengalami tagihan Juni melonjak lebih dari 20 persen daripada Mei 2020. “Akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir sehingga kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen pada Juni,” ungkapnya.

Sehingga untuk mengurangi lonjakan kenaikan, kata Bob, sisanya yaitu 60 persen-nya dibagi rata dalam tagihan bulan ke depan. “Kita harapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam ” ucapnya.

Dalam dua bulan eerakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi Covid-19. “Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya tersebut,” katanya.(SF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *