Pengeboran Lebih Cepat, Produksi Melampaui Target! Sumur BNG-084 Bawa Kabar Baik

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pengeboran hulu minyak dan gas bumi (migas) di Sumatera Selatan.

Sumur pengembangan BNG-084 milik PT Pertamina EP Asset 2 yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 475,2 barel minyak per hari (BOPD), jauh melampaui target awal produksi yang ditetapkan sebesar 182 BOPD.

Tak hanya minyak, sumur yang berada di Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan, ini juga menghasilkan aliran gas sebesar 10,6 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) secara natural open flow.

Kabar baik tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada RuangEnergi.com, Kamis (22/10/2026), melalui laporan perkembangan pengeboran dan pengujian produksi sumur BNG-084.

Hasil uji produksi sementara pada short string dengan metode dual string completion dilakukan pada lapisan TAF-L1 di kedalaman 1.819–1.821 meter measured depth (mMD).

Capaian produksi minyak sebesar 475,2 BOPD tersebut setara dengan sekitar 2,61 kali target awal atau sekitar 161% di atas target 182 BOPD.

Hasil ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional, terutama dari kegiatan pengembangan lapangan yang telah beroperasi.

Sumur BNG-084 merupakan bagian dari program BNG Batch Drilling. Kegiatan pengeboran diawali dengan tajak sumur pada 25 Agustus 2026, dengan menggunakan Rig PDSI #43.3/AB1500-E.

Pengeboran dilakukan menggunakan metode directional drilling atau pengeboran berarah, hingga mencapai kedalaman akhir 2.556 mMD atau 2.522,93 meter true vertical depth (mTVD).

Yang menarik, rangkaian pekerjaan pengeboran dan uji produksi hingga 21 Oktober 2026 tercatat berlangsung selama 46 hari, lebih cepat dibandingkan program yang dijadwalkan selama 48 hari.

Artinya, pekerjaan tersebut diselesaikan dua hari lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan.

Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya perencanaan teknis, ketepatan pelaksanaan operasi, serta koordinasi antartim dalam mendukung efektivitas kegiatan pengeboran sumur pengembangan.

Djoko bercerita, di balik capaian produksi tersebut, aspek keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama.

Operasi sumur BNG-084 telah membukukan total 67.284 jam kerja selamat (safe man-hours) sejak pertama kali tajak. Pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence).

Dari sisi biaya, estimasi pengeluaran berdasarkan perhitungan lapangan mencapai US$6,705 juta atau sekitar 83,67% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Dengan capaian waktu pengeboran yang lebih cepat dari program dan realisasi biaya yang masih berada di bawah nilai AFE, sumur ini memberikan catatan positif dari sisi pelaksanaan operasi.

Keberhasilan uji produksi BNG-084 menjadi tambahan kabar baik bagi kegiatan hulu migas di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan Zona 4.

Meski demikian, angka 475,2 BOPD dan 10,6 MMSCFD tersebut masih merupakan hasil uji produksi sementara. Keberlanjutan laju produksi dan kestabilan aliran minyak maupun gas akan menjadi faktor penting dalam menentukan kontribusi sumur ini terhadap produksi lapangan ke depan.

Dalam laporannya, Djoko Siswanto juga menyampaikan harapan agar produksi sumur tersebut dapat bertahan lama.

Pesan itu sejalan dengan upaya industri hulu migas untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pengeboran, tetapi juga memastikan setiap sumur memberikan kontribusi produksi yang berkelanjutan.

Bagi Indonesia yang terus berupaya meningkatkan produksi dan lifting migas, keberhasilan sumur-sumur pengembangan seperti BNG-084 menjadi bagian penting dari pekerjaan besar menjaga pasokan energi nasional.

Targetnya bukan sekadar menemukan minyak dan gas, melainkan memastikan produksi terus mengalir dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi Indonesia.