Pembangunan smelter nikel di Morowali Utara

Penuhi Kebutuhan Nikel Dunia, Pembangunan Smelter di Morowali Utara Serab Ribuan Tenaga Kerja

Jakarta, Ruangenergi.com – Pembangunan smelter nikel yang berada di Morowali Utara, Sulawesi Tengah membuka lapangan kerja baru. Sedikitnya dibutuhkan sekitar 4.000 pekerja untuk membangun pabrik pemurnian nikel tersebut. Sejalan dengan itu, angka lapangan pekerjaan akan meningkat menjadi 10.000 pekerja untuk membangun smelter nikel beserta fasilitas penunjangnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan smelter nikel ini dilakukan oleh PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), masuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan oleh Pemerintah.

Founder PT GNI, Tony Zhou Yuan, mengatakan, hadirnya GNI di Indonesia tepatnya di Sulawesi Tengah, memberikan lapangan kerja baru.

“PT GNI telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat yang mampu menyerap sekitar 4.000 pekerja. Sejauh ini direncanakan akan meningkat hingga kurang lebih 10.000 pekerja ke depannya, untuk membangun berbagai sarana penunjang mulai dari akses jalan, dermaga (jetty), PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), batching plant, hingga tempat tinggal untuk karyawan,” terangnya dalam keterangannya, akhir pekan lalu.

Pembangunan smelter nikel

Pembangunan pemurnian smelter di Morowali Utara ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan nikel yang terus meningkat di dunia.

BACA JUGA  Pemerintah Akan Terapkan Larangan Impor Biji Nikel di Bawah 70%

Selain itu, lanjutnya, Kabupaten Morowali Utara dipilih karena Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah tambang nikel paling potensial di Indonesia.

Tony Zhou mengatakan, pihaknya berencana menginvestasikan sekitar US$ 3 miliar untuk kebutuhan produksi dan penunjangnya.

“Investasikan sekitar US$ 3 miliar serta akan membangun 24 lini produksi feronikel dan PLTU berkapasitas sekitar 1.115 MW, total kapasitas 2 juta metric ton,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (3/9/2021) .

Tony Zhou menjelaskan bahwa PT GNI mengadopsi teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) paling mutakhir dan ramah lingkungan di dunia, dengan kadar produksi Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel 10-12%.

“Kami percaya dengan kerja keras dan konsistensi kami dapat membangun GNI untuk menjadi yang terbesar di industri smelter nikel,” imbuhnya.

GNI sendiri bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan dan mewujudkan program hilirisasi nikel yang diinginkan pemerintah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat di bidang pendidikan, lingkungan, pariwisata, dan lain sebagainya.

“Investasi PT GNI telah mendapat dukungan kuat dari berbagai lapisan pemerintah. Kami ucapkan rasa terima kasih dengan setulus hati,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *