Jakarta, ruangenergi.com — Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengawali langkah baru dalam penguatan kerja sama internasional dengan mengirimkan 15 mahasiswa mengikuti Mobility Summer Camp ITPLN x Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia. Program ini diikuti juga peserta dari Indonesia, Iran, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
Manajer Kerja Sama Akademik Internasional ITPLN, Dr. Nadia Paramita, S.T., M.T., menegaskan program tersebut merupakan tonggak penting bagi pengembangan mobilitas internasional mahasiswa ITPLN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi berbagai program internasional lain yang tengah dipersiapkan kampus.
“Ini merupakan implementasi kerja sama antara UNITEN dan ITPLN yang menjadi program mobilitas internasional terstruktur pertama di ITPLN. Kami berharap para peserta menjadi pionir yang nantinya membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa lain sekaligus memperkuat kolaborasi internasional ITPLN ke depan,” ujar Nadia dalam keterangannya, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan, UNITEN dipilih sebagai mitra karena memiliki kesamaan fokus keilmuan dengan ITPLN, yakni di bidang ketenagalistrikan dan energi. Sebagai universitas yang berada di bawah perusahaan listrik nasional Malaysia, UNITEN dinilai memiliki ekosistem pembelajaran yang relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa ITPLN.
Nadia mengatakan, Mobility Summer Camp tersebut awalnya dirancang sebagai hasil kolaborasi bilateral ITPLN dan UNITEN. Namun dalam pelaksanaannya, program dibuka bagi mahasiswa dari berbagai negara sehingga peserta memiliki kesempatan membangun jejaring internasional yang lebih luas.
Selama 14 hari, mahasiswa ITPLN mengikuti rangkaian kegiatan daring dan luring. Sebab, sebanyak 9 hari dilakukan secara On site langsung di Malaysia dan sisanya dilakukan secara daring.
Peserta tidak hanya mengikuti kelas internasional, tetapi juga melakukan kunjungan ke industri, pertukaran budaya, pengenalan kota, pengenalan kampus, hingga berinteraksi dengan organisasi mahasiswa internasional Global Buddies. Organisasi ini akan mendampingi mahasiswa lokal dengan mahasiswa asing untuk membantu adaptasi akademik dan budaya di negara yang dituju.
“Mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Mereka juga belajar beradaptasi dengan budaya berbeda, memperluas jejaring internasional, serta membangun rasa percaya diri agar mampu bersaing di tingkat global,” kata Nadia.
Lima mahasiswa ITPLN yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Alif Farrell Islami Assagaf (Teknik Tenaga Listrik), Muhammad Alif Hidayatullah Hasib (Sistem Informasi), Fathi Fajar Ilmawan (Teknik Sistem Energi), Angel Suci Lestari (Teknik Elektro), dan Muhammad Aldi Sulthon Aulia (Teknik Sipil). Selama 9 hari tersebut mereka akan berinteraksi tidak hanya dengan siswa lokal Malaysia namun juga dengan siswa Iran, Uzbekistan dan Turkmenistan.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, S.T., M.Sc., menilai program mobilitas internasional menjadi bagian dari strategi kampus dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Menurutnya, pengalaman belajar lintas negara akan memperkaya wawasan akademik sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan dunia.
Ia berharap para peserta dapat menjadi duta kampus yang membawa pengalaman internasional untuk dibagikan kepada sivitas akademika ITPLN, sehingga semakin banyak mahasiswa terdorong mengikuti program serupa pada masa mendatang.
Ke depan, jelasnya, ITPLN akan memperluas program mobilitas mahasiswa ke sejumlah negara tujuan lain, seperti Korea Selatan, Australia, hingga Selandia Baru. Pihaknya mengimbau mahasiswa mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kemampuan akademik, mental, maupun pembiayaan, agar peluang mengikuti program internasional semakin terbuka.
“Kesempatan ini perlu dipersiapkan dari sekarang. Dengan informasi yang lebih awal, mahasiswa bisa merencanakan pembiayaan, mencari sponsor, atau menabung sehingga semakin banyak yang dapat merasakan pengalaman belajar dan membangun jaringan internasional,” tutup Susy.


