Pertamina EP Jambi Perkuat Pengamanan Jalur Pipa, 100 Warga Dibekali Ilmu Hadapi Risiko Kebakaran

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jambi, ruangenergi.com-Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan pengamanan jalur pipa tidak bisa hanya mengandalkan perusahaan. Masyarakat yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas di sekitar infrastruktur migas juga memiliki peran penting.

Menurut Kurniawan, jalur pipa merupakan bagian vital dalam operasi migas karena berfungsi menyalurkan minyak dan gas dalam kondisi operasi tertentu.

“Jalur pipa merupakan bagian penting dari kegiatan operasi migas. Karena mengalirkan fluida dan beroperasi dalam kondisi tertentu, keberadaannya perlu dijaga bersama agar tetap aman dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Kurniawan.

Karena itu, masyarakat di sekitar jalur pipa diharapkan mengenali lokasi fasilitas tersebut dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menyebabkan kerusakan.

Termasuk, kata dia, mendirikan bangunan di atas maupun terlalu dekat dengan jalur pipa.

“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga area di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi,” katanya.

Kurniawan juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan kondisi yang tidak biasa atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan jalur pipa.

“Jika menemukan kondisi yang tidak biasa atau aktivitas yang berpotensi mengganggu jalur pipa, kami berharap masyarakat segera melaporkannya kepada Pertamina atau aparat dan pemerintah setempat,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, tim HSSE Pertamina EP Jambi menjelaskan fungsi jalur pipa sekaligus berbagai potensi bahaya yang mungkin muncul apabila fasilitas tersebut mengalami gangguan.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga ruang aman di sekitar jalur pipa.

Ruang tersebut dibutuhkan agar jalur pipa dapat terus dipantau, diperiksa dan dipelihara. Ketika terjadi keadaan darurat, ruang yang memadai juga memungkinkan petugas bergerak cepat untuk melakukan penanganan.

Masyarakat pun diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak pipa ataupun menghambat akses petugas.

Pesan ini menjadi semakin penting karena keberadaan bangunan atau aktivitas tertentu di sekitar jalur pipa dapat menyulitkan proses pengawasan hingga penanganan ketika terjadi kondisi darurat.

Jalur pipa minyak dan gas bumi (migas) bukan sekadar infrastruktur yang menghubungkan satu fasilitas dengan fasilitas lainnya. Di balik jaringan tersebut, ada fluida migas yang terus mengalir dan membutuhkan pengawasan serta perlindungan bersama.

Kesadaran itulah yang terus dibangun Pertamina EP Jambi Field melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi migas.

Salah satunya digelar melalui Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi di Sport Center Pertamina EP Jambi, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut sekaligus pembelajaran atas insiden kebocoran pipa di Jalan Surya Darma KM 9, Kenali Asam Atas, Kota Jambi, pada awal Agustus 2026.

Sedikitnya 100 warga dari Kecamatan Kota Baru, khususnya Kelurahan Kenali Asam, Kenali Asam Atas, dan Kenali Asam Bawah, mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka mendapatkan pemahaman mengenai keberadaan jalur pipa, potensi bahaya di sekitarnya, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan kondisi tidak normal. Edukasi juga diperkuat dengan pelatihan dasar menghadapi potensi kebakaran.

Edukasi tidak berhenti pada jalur pipa. Warga juga dibekali pengetahuan dasar mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, memberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memicu kebakaran serta tindakan awal yang dapat dilakukan masyarakat.

Pengetahuan tersebut kemudian dipraktikkan melalui simulasi pemadaman api menggunakan sarana yang sesuai, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Dengan simulasi ini, warga tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana mengambil tindakan awal ketika menghadapi kebakaran dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI dan Polri, Kecamatan Kota Baru, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, hingga pemerintah Kelurahan Kenali Asam, Kenali Asam Atas dan Kenali Asam Bawah.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama menghadapi keadaan darurat di wilayah operasi migas.

Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran sehingga kewaspadaan masyarakat perlu terus diperkuat.

Bagi Pertamina EP Jambi, masyarakat bukan hanya penerima edukasi, tetapi juga bagian penting dari sistem keselamatan di sekitar wilayah operasi.

Semakin banyak warga yang mengetahui lokasi jalur pipa, memahami potensi risikonya dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menemukan kondisi tidak normal, semakin besar peluang gangguan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Pertamina EP Jambi, yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1, berharap edukasi tersebut dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keamanan jalur pipa dan fasilitas produksi.

Sebab, menjaga infrastruktur migas pada akhirnya bukan hanya soal menjaga kelancaran operasi perusahaan.

Ini juga tentang menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, dan keberlangsungan pasokan energi nasional.