PHE Buka Jalan Natural Hydrogen, 2030 Bidik Development Perdana

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mulai menggeber langkah nyata untuk membuka frontier baru energi bersih Indonesia.

Melalui Kick Off Team Task Force bertajuk “Accelerating Indonesia’s Hydrogen Ecosystem” di Kota Gudeg, Yogyakarta pada 12 Agustus 2026, PHE mendorong pengembangan natural hydrogen sebagai salah satu sumber energi masa depan.

Ruangenergi.com membaca paparan PHE yang mengatakan langkah ini bukan sekadar wacana riset. PHE telah melakukan studi dan menyusun roadmap eksplorasi serta produksi natural hydrogen di Ampana, yang kemudian dituangkan dalam Naskah Akademik.

Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk mengembangkan white/natural hydrogen, terutama yang berkaitan dengan proses serpentinisasi pada batuan mafik dan ultramafik. Potensi tersebut membuka kemungkinan hadirnya sumber energi yang bersih dan berkelanjutan dari bawah permukaan bumi.

PHE pun diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama eksplorasi dan produksi sumber daya hidrogen nasional. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis akan menjadi kunci untuk mempercepat tahapan pengembangan.

Dari Hydrogen Production ke Hydrogen Exploration

Menariknya, hidrogen sebenarnya bukan barang baru bagi ekosistem Pertamina. Selama ini hidrogen telah dimanfaatkan dalam proses kilang, industri pupuk, hingga produksi blue ammonia.

Namun, natural hydrogen menawarkan paradigma yang berbeda.

Jika selama ini fokusnya adalah hydrogen production, maka pengembangan natural hydrogen membawa Pertamina memasuki wilayah baru: hydrogen exploration and production.

Di sinilah pengalaman Pertamina dalam eksplorasi migas, kemampuan subsurface, serta pengelolaan sumber daya bawah permukaan menjadi modal penting.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan hidrogen tidak boleh berhenti pada riset dan penemuan sumber daya. Sejak awal, pengembangan harus dirancang secara end-to-end, mulai dari eksplorasi, discovery, development, hingga menuju pemanfaatan komersial.

Ambisinya bahkan sudah diarahkan jauh ke depan.

Menariknya, Pertamina diharapkan bukan lagi sekadar berbicara mengenai potensi natural hydrogen, tetapi sudah mampu mencatatkan tonggak baru berupa pembangunan (development) natural hydrogen sebagai salah satu sumber energi bersih dan berkelanjutan Indonesia.

Jika target tersebut terwujud, maka pengembangan hydrogen blocks bukan hanya menghadirkan sumber energi baru yang murah, bersih, dan berkelanjutan. Lebih dari itu, natural hydrogen dapat menjadi pintu masuk Pertamina menuju babak baru sebagai perusahaan energi masa depan.

Natural Hydrogen – The Next Frontier of Clean Energy.