PHE LPB Mulai Bor Sumur Tingkilan-001, Bidik Potensi Migas Baru di Kalimantan Utara

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bulungan, Kaltara, ruangenergi.com-Upaya mencari sumber minyak dan gas bumi (migas) baru untuk memperkuat ketahanan energi nasional terus berlanjut. PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) resmi memulai pengeboran eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada 2 Oktober 2026.

Pengeboran ini menjadi bagian dari program eksplorasi PHE LPB di Wilayah Kerja (WK) Maratua. Sumur Tingkilan-001 atau TKLN-001 ditujukan untuk menguji potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar berdasarkan kajian geologi dan data bawah permukaan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menemukan sumber daya migas baru guna menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat pasokan energi Indonesia di masa mendatang.

Manager Drilling Zona 10, Muhdi Rizal, menegaskan bahwa eksplorasi memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan produksi migas perusahaan.

“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya migas baru dan menjaga keberlanjutan produksi perusahaan. Melalui kegiatan eksplorasi Tingkilan-001, kami berharap dapat menambah cadangan migas yang akan berkontribusi bagi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” ujar Rizal.

Target kedalaman 1.574 meter

Dalam pelaksanaannya, pengeboran Sumur Tingkilan-001 dilakukan secara vertikal menggunakan Rig PDSI #21.2 dengan kapasitas 700 horsepower (HP).

Sumur eksplorasi ini ditargetkan mencapai kedalaman akhir 1.574 meter measured depth (mMD), atau setara dengan 1.554 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).

Hasil pengeboran nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar. Temuan dari sumur ini akan menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan mengevaluasi peluang penambahan sumber daya dan cadangan migas.

Meski demikian, keberhasilan eksplorasi tetap bergantung pada hasil pengeboran dan evaluasi teknis terhadap kondisi geologi bawah permukaan.

Di balik kegiatan pengeboran, PHE LPB juga memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.

Sebelum pengeboran dimulai, perusahaan telah menggelar sosialisasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Mangkupadi.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan rencana dan perkembangan kegiatan eksplorasi, menjelaskan aspek keselamatan, serta membangun koordinasi agar seluruh tahapan operasi dapat berjalan dengan baik.

Manager Exploration Planning & Operation Regional 3, Theodorus Rendhi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan eksplorasi tersebut.

Menurut dia, komunikasi yang terbuka dan sinergi dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran operasi sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

“Dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan eksplorasi Tingkilan-001 dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi wilayah sekitar. Kami juga terus membuka ruang komunikasi agar setiap tahapan kegiatan dapat dipahami bersama,” kata Rendhi.

Perwakilan Kecamatan Tanjung Palas Timur yang hadir mewakili camat juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan eksplorasi Tingkilan-001. Pemerintah kecamatan berharap komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat terus terjaga selama kegiatan berlangsung.

PHE LPB turut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar melalui pemberian bantuan kepada 20 anak yatim dan dhuafa di Desa Mangkupadi.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan ramah tamah bersama unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Bagi perusahaan, hubungan yang baik dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan operasi migas. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang memadai mengenai aktivitas eksplorasi di wilayahnya.

PHE LPB berharap pengeboran Sumur Tingkilan-001 dapat berlangsung dengan aman, mencapai target yang ditetapkan, dan memberikan hasil positif bagi pengembangan potensi migas di Kalimantan Utara.

PHE Lepas Pantai Bunyu merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Bekerja sama dengan SKK Migas, perusahaan juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana.

Berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kini, perhatian tertuju pada hasil pengeboran Tingkilan-001. Di tengah kebutuhan menjaga pasokan energi nasional, setiap upaya menemukan potensi migas baru menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia dalam mempertahankan produksi dan memperkuat ketahanan energi.