PHR Sulap Ribuan Sumur Jadi Cerdas, Pakai AI Jaga Ketahanan Energi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Menjaga produksi minyak di lapangan tua bukan perkara mudah. Produksi menurun alamiah, sementara kebutuhan energi terus naik. Untuk menjawab tantangan itu, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memilih jalan digital dan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini berbuah penghargaan Upstream Energy Transformation Award di ajang Dataiku Summit 2026, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Salah satu andalan PHR adalah platform Digital Twin Pipeline, replika digital jaringan pipa yang memantau tekanan dan integritasnya dengan menggabungkan data historis dan real-time. Sistem ini bisa mengendus tanda-tanda masalah lebih dini, mulai dari penurunan tekanan yang tak wajar, potensi kebocoran, hambatan aliran akibat scaling atau wax deposition, hingga ketidakseimbangan operasi antarfasilitas.

PHR juga menerapkan Predictive Maintenance pada rotating equipment dan fasilitas produksi. Sistem mengenali pola kegagalan, memprediksi umur pakai alat, dan merekomendasikan waktu perawatan yang tepat. Hasilnya, unplanned shutdown berkurang, ketersediaan peralatan meningkat, biaya pemeliharaan lebih efisien, dan umur aset lebih panjang.

“PHR berkomitmen memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan guna mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Vice President Information Technology PHR, Triatmojo.

Menurut Tri, penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan PHR menerapkan transformasi digital dan AI untuk meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan operasional, dan mengeksekusi transformasi dalam skala besar. Transformasi tersebut juga diarahkan membangun budaya kerja berbasis data yang berorientasi pada inovasi.

Di balik semua itu ada Digital and Innovation Center (DICE), pusat pemantauan real-time dengan deretan layar dashboard yang mengintegrasikan data. Dari sini, proses pengeboran, lifting, inventaris aset, hingga operasional produksi dapat dipantau langsung (live streaming). Fasilitas ini mendukung pengelolaan ribuan sumur sekaligus meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.

Dataiku Summit tahun ini mengusung tema “Transformasi AI Enterprise melalui kombinasi People, Orchestration, dan Governance untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur”. Acara menampilkan studi kasus AI lintas industri, termasuk penerapan AI Agents, tata kelola AI, dan strategi meningkatkan ROI investasi teknologi.

PHR mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021 untuk masa 20 tahun hingga 8 Agustus 2041. Wilayah operasinya sekitar 6.200 km² di tujuh kabupaten/kota di Riau, dengan 80 lapangan aktif, 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul. Zona Rokan menyumbang seperempat produksi minyak mentah nasional, atau sepertiga produksi Pertamina.

Dengan penghargaan ini, PHR menegaskan posisinya sebagai pionir transformasi digital di industri hulu migas Indonesia.