Proyek 6 Platform Sisi Nubi PHM Tuntas, Produksi Migas Capai 120 MMSCFD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar positif datang dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Proyek pembangunan enam platform Sisi Nubi milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, kini telah rampung seluruhnya dan seluruh platform telah berhasil berproduksi.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan penyelesaian proyek tersebut pada Selasa, 1 September 2026. Menurutnya, milestone penting ini menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional.

“Alhamdulillah, proyek pembangunan enam platform Sisi Nubi PHM telah selesai seluruhnya,” demikian laporan Djoko kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, dan jajaran pimpinan terkait.

Platform Terakhir Mulai Mengalirkan Produksi

Platform keenam dalam proyek tersebut, yakni WPN-5, mulai menunjukkan hasil setelah sumur NB-501 resmi berproduksi pada 24 Agustus 2026.

Hasil pengujian menunjukkan sumur tersebut mampu menghasilkan sekitar 6 MMSCFD gas. Angka ini disebut telah sesuai dengan target produksi awal yang ditetapkan oleh tim subsurface.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif karena WPN-5 merupakan platform terakhir dari rangkaian enam platform yang dibangun dalam proyek Sisi Nubi.

Sementara itu, pekerjaan pada sumur kedua di WPN-5, NB-502, masih berlangsung. Tim Well Intervention saat ini melakukan pemasangan sand screen untuk mendukung proses produksi sumur.

Proses POP (Put on Production) dengan sand filter direncanakan dilakukan pada 1 September 2026, dengan target produksi mengikuti prognosis berdasarkan limitasi mechanical screen.

6 Platform, 12 Sumur Berproduksi

Dengan mulai berproduksinya WPN-5, seluruh enam platform Sisi Nubi AOI 1-3-5 kini telah berhasil diproduksikan secara aman dan sesuai target.

Secara keseluruhan, proyek tersebut mencakup 6 platform dan 12 sumur, dengan capaian produksi mencapai:

  • 120 MMSCFD gas
  • 269 barel minyak per hari (BOPD)

Capaian ini sekaligus menandai selesainya salah satu tahapan penting pengembangan lapangan di Wilayah Kerja Mahakam.

Keberhasilan proyek Sisi Nubi menjadi penting di tengah kebutuhan Indonesia untuk mempertahankan produksi migas domestik sekaligus mengoptimalkan aset-aset hulu yang sudah ada.

Bagi SKK Migas dan PHM, keberhasilan penyelesaian enam platform ini juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dapat menghasilkan proyek hulu yang berjalan aman, tepat sasaran, dan memberikan tambahan produksi.

“Dengan demikian keseluruhan enam platform proyek Sisi Nubi AOI 1-3-5 telah berhasil diproduksi dengan aman dan sesuai target,” kata Djoko.

SKK Migas dan PHM menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang turut mengawal proyek hingga dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.

Sisi Nubi telah menuntaskan seluruh platformnya. Kini tantangannya adalah menjaga produksi tetap optimal dan memastikan tambahan migas tersebut benar-benar memperkuat lifting nasional.

Doa & BISA. Lifting Naik: BISA, BISA, BISA!