Rencana Peningkatan Kapasitas Kilang Diharapkan Dongkrak Listing Minyak

Jakarta, Ruangenergi.com – Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, berharap rencana peningkatan kapasitas kilang bisa mendongkrak listing minyak dari semula 1 juta barel per hari (bph) menjadi 1,8 juta bph. Pertamina juga akan memperbesar kapasitas produksi petrokimia menjadi 8,6 juta metrik ton, sehingga dapat menghentikan impor produk olahan minyak itu.

“Jika kita gagal atau menunda lagi rencana menambah kapasitas kilang penyulingan maka Indonesia sepenuhnya akan tergantung pada impor. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar kilang yang ada karena sebagian besar masih memproduksi bahan bakar dengan standar emisi Euro II,” kata Nicke dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (7/7).

BACA JUGA  Dukung UMKM Bangkit, Pertamina Salurkan Dana Rp 1,2 M Lewat Program Pinky Movement

Selain itu, kata Nicke Indonesia perlu segera beralih ke bahan bakar yang lebih bersih untuk mengurangi polusi. Diperkirakan bahwa permintaan bahan bakar fosil akan terus tumbuh. Untuk memenuhi permintaan energi terbarukan dan biofuel, Pertamina sedang menyiapkan kilang hijau, yang akan menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan bakar.

“Kami juga mengintegrasikan beberapa kilang dengan pabrik petrokimia, jadi ketika permintaan untuk bahan bakar menurun, kami dapat beralih produksi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pertamina berencana akan melipatgandakan kapasitas kilang minyaknya demi menekan importasi BBM. Perseroan diperkirakan akan menghabiskan investasi hingga USD48 miliar selama tujuh tahun ke depan untuk merealisasikan rencana tersebut.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *