Batang Toru, Sumut, ruangenergi.com-Rasa lemas yang menggerogoti tubuh Erika Sihotang (67) selama beberapa bulan terakhir akhirnya menemukan penawarnya. Lansia asal Desa Simarpinggan ini tak lagi harus menebak-nebak penyakitnya. Lewat layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar PT Agincourt Resources (PTAR), ia akhirnya tahu bahwa biang keladinya adalah masalah lambung.
“Diberinya saya obat resep gratis. Saya sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis dari Agincourt Resources ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat,” tutur Erika dengan raut lega.
Kisah Erika hanyalah satu dari 173 potret warga Simarpinggan, mulai dari bayi hingga lansia, yang hari itu mendapatkan sentuhan medis profesional. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program kolaborasi antara PTAR, Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, dan RSUD Tapanuli Selatan ini memboyong langsung tiga dokter spesialis ke lapangan. Tiga dokter tersebut meliputi Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anak, serta Spesialis Kebidanan dan Kandungan.
Fasilitas layanan yang diberikan pun sangat komprehensif. Warga bisa menikmati layanan USG bagi ibu hamil, rekam jantung (EKG), hingga cek gula darah, kolesterol, dan asam urat secara cuma-cuma. Tidak ketinggalan, ada pula Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan obat-obatan gratis. Tercatat, sebanyak 89 pasien penyakit dalam, 44 pasien anak, dan 40 pasien kandungan terlayani dengan baik dalam program ini.
Bagi PTAR, merawat kehidupan nyata tak hanya berhenti di urusan stetoskop dan obat-obatan. Bergeser ke isu lingkungan, perusahaan juga menaruh perhatian penuh pada edukasi ekosistem bagi generasi muda di sekitar Tambang Emas Martabe.
Menyadari bahwa Hutan Batang Toru adalah ‘rumah ekologis’ sekaligus penjaga air dan iklim yang vital, perusahaan menerbitkan tiga buku edukasi lingkungan. Ketiga buku tersebut berjudul Jenis-Jenis Flora, Jenis-Jenis Fauna, dan Spesimen Herbarium Tanaman Hutan Batang Toru.
Ensiklopedia mini ini didistribusikan ke sembilan sekolah penerima di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK sederajat di wilayah Batang Toru dan sekitarnya. Di lembar-lembar halamannya, terekam kekayaan hayati yang fantastis: 196 jenis flora, 138 jenis fauna (termasuk 55 jenis amfibi, 33 reptil, 20 serangga, 18 burung, dan 12 mamalia), serta 286 tumbuhan yang didokumentasikan dalam herbarium.
Langkah edukatif ini bukan sekadar bagi-bagi buku, melainkan dirancang agar para pelajar bisa mengenal spesimen lokal dan memahami fungsi vital ekosistem secara mendalam. Harapannya, dari rasa kenal tersebut akan tumbuh kepedulian yang mendorong tindakan nyata untuk menjaga lingkungan sejak dini.
Pada akhirnya, dari bilik pemeriksaan kesehatan warga hingga edukasi pelestarian alam di bangku sekolah, Tambang Emas Martabe membuktikan komitmennya. Mereka tidak sekadar menambang, tetapi juga memastikan ketersediaan ruang hidup yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

