SKK Migas Bawa Good News: Sumur KRG-042 Langsung Mengalirkan 777 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com– Kabar menggembirakan kembali datang dari industri hulu migas nasional. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan KRG-042 milik PT Pertamina EP Asset 2 (PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4) yang mencatat hasil uji produksi awal mencapai 777 barel minyak per hari (BOPD).

Dalam laporan bertajuk “Good News” yang disampaikan kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas, dan jajaran pimpinan, Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa sumur tersebut telah selesai diuji produksi pada 16 Juli 2026 menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) dengan hasil yang sangat menjanjikan.

“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 telah berhasil melakukan uji produksi sumur pengembangan KRG-042 dengan hasil sementara mencapai 777 BOPD,” lapor Djoko.

Produksi minyak berasal dari lapisan TAF-E1 pada interval 1.481–1.482 meter measured depth (mMD). Menurut Djoko, lapisan tersebut masih memiliki tekanan reservoir yang baik sehingga memberikan optimisme terhadap keberlanjutan produksi sumur.

Sumur KRG-042 berada di Struktur Karangan, Field Limau, sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, salah satu wilayah yang selama ini menjadi tulang punggung produksi migas di Zona 4.

Keberhasilan ini juga menunjukkan kinerja operasi yang efisien. Sumur dibor secara directional drilling menggunakan Rig PDSI #25.2/LTO750-M hingga kedalaman akhir 1.697 mMD atau 1.624,96 mTVD. Seluruh pekerjaan pengeboran diselesaikan hanya dalam 25 hari, lebih cepat dari target 28 hari, sekaligus mencatatkan zero accident selama operasi berlangsung.

Dari sisi biaya, pengeboran juga menunjukkan efisiensi yang signifikan. Estimasi pengeluaran mencapai US$3,18 juta, atau sekitar 76,15 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.

Djoko Siswanto berharap sumur baru ini segera menyumbang produksi nasional secara resmi.

“Mohon doa, Insya Allah dapat segera dicatat sebagai lifting dalam waktu dekat,” ujarnya.

Keberhasilan KRG-042 menjadi tambahan kabar positif bagi upaya pemerintah dan SKK Migas meningkatkan produksi minyak nasional melalui optimalisasi lapangan-lapangan eksisting. Setiap tambahan produksi dari sumur pengembangan seperti ini diharapkan mampu memperkuat pasokan minyak domestik sekaligus mendukung pencapaian target lifting nasional.

Optimisme itu juga tercermin dari semangat yang disampaikan Djoko dalam laporannya kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Bersama Kita BISA. Lifting Naik: BISA… BISA… BISA!” tutupnya.