Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Peluang masuknya investasi bernilai puluhan triliun rupiah dari Thailand ke Indonesia kembali mengemuka. Pimpinan tertinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PTT Exploration and Production (PTT-EP) Thailand di Indonesia, Grinchai Hattagram, mendatangi kantor SKK Migas untuk menindaklanjuti pembahasan pencabutan moratorium investasi.
Kabar tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan Good News pada Sabtu (10/10/2026), seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.
Pertemuan itu menjadi bagian dari tindak lanjut pembicaraan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul terkait penyelesaian pencabutan moratorium yang berkaitan dengan rencana investasi PTT-EP di Indonesia.
Djoko menyebutkan, investasi bernilai puluhan triliun rupiah tersebut diharapkan segera terealisasi setelah proses penyelesaian moratorium berjalan lancar.
Dukungan terhadap upaya tersebut, menurut laporan Djoko, datang dari sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta SKK Migas.
Dukungan lintas kementerian dan lembaga ini menjadi faktor penting dalam mengawal proses penyelesaian persoalan yang selama ini berkaitan dengan kelanjutan investasi tersebut.
Masuknya investasi dalam skala besar dari perusahaan migas Thailand berpotensi menambah aktivitas investasi di sektor energi nasional. Namun, realisasi investasi tetap bergantung pada penyelesaian moratorium dan tindak lanjut proses yang diperlukan.
Laporan Djoko Siswanto belum merinci nilai investasi secara pasti, proyek yang akan digarap, tahapan pencabutan moratorium, maupun jadwal dimulainya kegiatan investasi.
Karena itu, perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait kepastian kebijakan, kelengkapan persyaratan, dan langkah konkret yang ditempuh hingga investasi benar-benar masuk ke Indonesia.
Bagi industri hulu migas, kepastian berusaha merupakan salah satu faktor penting untuk mendorong keberlanjutan investasi, mempercepat pengembangan lapangan, serta membuka peluang peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
Menutup laporannya, Djoko menyampaikan harapan agar proses tersebut berjalan lancar sehingga investasi dari Thailand dapat segera direalisasikan.
Ia juga menggaungkan semangat bersama untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional.
“Bersama kita: Doa & BISA. Lifting Naik: BISA BISA BISA,” demikian pesan penutup dalam laporan Good News tersebut.
Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut penyelesaian moratorium. Jika prosesnya berjalan sesuai harapan, investasi PTT-EP berpeluang menjadi tambahan modal penting bagi pengembangan sektor energi Indonesia. Kepastian nilai, proyek, dan jadwal realisasinya masih menunggu pengumuman lebih lanjut.

