Sumur Akeh-1 Tunjukkan Hasil Menjanjikan, SKK Migas: Ini Kabar Baik Awal 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar menggembirakan dari sektor hulu migas nasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan hasil positif kegiatan eksplorasi Re-Entry Sumur Akeh-1 di Wilayah Kerja Jabung Tengah.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Cipta Niaga Gemilang resmi memulai kegiatan re-entry sumur eksplorasi Akeh-1 pada 31 Desember 2025 pukul 18.00 WIB. Langkah ini menjadi bagian dari upaya agresif menemukan potensi cadangan hidrokarbon baru di awal tahun.

Memasuki awal Februari 2026, CNG melakukan uji kandungan ulang lapisan menggunakan metode Drill Stem Test (DST) pada Lapisan LTAF interval 5.314–5.324 kaki. Pengujian dilakukan dengan variasi choke dari 20/64 hingga 48/64, masing-masing selama 12 hingga 18 jam.

Hasilnya cukup menjanjikan. Uji DST mencatat aliran gas mencapai 12 MMSCFD, disertai produksi kondensat sebesar 370 barel per hari (BOPD) yang berhasil ditampung di storage tank. Capaian ini memperkuat indikasi potensi ekonomi lapangan tersebut.

“Setelah DST, sumur Akeh-1 akan memasuki fase pressure monitoring selama kurang lebih delapan hari,” ujar Djoko dalam laporannya, Kamis (5/2/2026), seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Tahapan ini penting untuk memperoleh gambaran kestabilan aliran produksi secara lebih akurat.

Dari sisi operasional, kegiatan re-entry ini menggunakan rig NRem-10 berkapasitas 550 HP. Hingga saat ini, estimasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai USD 3,68 juta, atau sekitar 90 persen dari AFE yang telah disetujui SKK Migas.

Ke depan, hasil uji lapisan dan pemantauan tekanan diharapkan mampu menghasilkan profil produksi yang lebih stabil. Data tersebut akan menjadi dasar penilaian cadangan hidrokarbon yang lebih presisi, baik untuk ditetapkan sebagai Proof of Prospect (PoP) maupun untuk segera ditingkatkan ke tahap Plan of Development (PoD).

Jika hasil lanjutan konsisten, Sumur Akeh-1 berpeluang menjadi salah satu penopang baru produksi migas nasional. Sebuah sinyal optimisme bahwa eksplorasi masih menyimpan harapan besar—dan tahun 2026 dimulai dengan kabar baik dari lapangan.