PT Timah

Upaya TINS Tingkatkan Produksi Guna Penuhi Permintaan

Jakarta, Ruangenergi.comPT Timah, Tbk (Timah) menyebut, pihaknya terus berupaya dalam mendorong dan menyeimbangkan produksi terhadap permintaan pasar, salah satunya dengan cara menyesuaikan produksinya.

Hal tersebut dilakukan agar harga timah dapat stabil, bahkan cenderung menanjak. Pasalnya ditengah Pandemi Covid-19, permintaan timah di pasar global sempat mengalami penurunan.

“Upaya yang dilakukan PT Timah terhadap produksi adalah sebagaimana yang sudah dilakukan oleh perusahaan menyesuaikan situasi dalam memenuhi permintaan, sehingga harga timah bisa stabil dan harganya bisa naik lagi,” jelas Sekertaris Perusahaan PT Timah, Muhammad Zulkarnaen Dharmawi, kepada Ruangenergi.com (25/10).

Tercatat, berdasarkan proyeksi London Metal Exchange, pada kuartal I tahun 2020, harga timah sempat berada di kisaran US$ 13.000 per ton. Sementara, pada kuartal III 2020, harga timah mengalami peningkatan sebesar 6,37% menjadi US$ 18.270 per ton.

BACA JUGA  Hilirisasi Nikel Tingkatkan Keekonomian

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan timah sama seperti yang lainnya mengalami penurunan, lalu di kuartał III 2020 permintaan kian membaik alias meningkat.

Tentunya hal ini berdampak pada harga proyeksi timah membaik. Untuk itu, di tengah harga yang mulai membaik, PT Timah alias TINS mulai kembali melakukan reaktivasi kapal-kapal penambangannya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam mendapatkan bijih timah, pihaknya melakukan penambangan di darat dan dilaut.

“Jika kondisi kapal yang sudah siap untuk menambang maka hal tersebut dapat dilakukan dengan pertimbangan cuaca laut yang selalu berubah,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *