Wow! Sumur Baru Pertamina di Jabar Mengalirkan 326 Barel Minyak per Hari, SKK Migas: Good News!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan kembali datang dari industri hulu migas nasional. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Asset 3 (Zona 7) yang mencatat hasil uji produksi awal mencapai 326 barel minyak per hari (BOPD).

Laporan yang disampaikan kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas, dan jajaran pimpinan SKK Migas pada Sabtu (18/7/2026) itu menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional.

“Good News,” tulis Djoko Siswanto saat membuka laporannya sebelum memaparkan capaian sumur JAS-034 yang telah menyelesaikan uji produksi awal pada 15 Juli 2026. Djoko bercerita kepada ruangenergi.com begini:

Sumur JAS-034 mulai dibor pada 3 Juni 2026 dan berhasil menyelesaikan seluruh proses pengeboran dalam 43 hari tanpa kecelakaan kerja (zero accident). Pada uji produksi sementara, sumur tersebut menghasilkan 326 BOPD menggunakan bean 11 mm.

Keberhasilan ini menjadi tambahan optimisme bagi Pertamina EP dan SKK Migas dalam menjaga tren peningkatan produksi minyak nasional di tengah tantangan penurunan alami (natural decline) lapangan-lapangan tua.

Sumur JAS-034 berada di Struktur Jatiasri, Provinsi Jawa Barat, dengan target utama reservoir Formasi Baturaja pada lapisan BRF.

Secara teknis, pengeboran dilakukan menggunakan metode directional drilling tipe J-Type dengan Rig PDSI #15.3/N110-M berkapasitas 1.500 HP. Sumur mencapai kedalaman akhir 2.590 meter measured depth (mMD) atau 2.381,1 meter true vertical depth (mTVD).

Pendekatan pengeboran berarah tersebut memungkinkan operator mencapai target reservoir secara lebih presisi sekaligus meningkatkan peluang memperoleh produksi yang optimal.

Selain berhasil menemukan produksi minyak, proyek ini juga mencatat efisiensi biaya. Berdasarkan estimasi lapangan, total biaya pengeboran yang telah dikeluarkan mencapai US$5,34 juta, atau sekitar 61,82 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.

Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan proyek tidak hanya berhasil dari sisi teknis, tetapi juga mampu menjaga efisiensi investasi.

Djoko Siswanto menjelaskan, tahapan berikutnya adalah melanjutkan uji produksi dengan variasi ukuran bean, melakukan pengukuran Flowing Bottom Hole Pressure (FBHP), hingga sumur siap diproduksikan secara penuh.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terus mendukung peningkatan produksi migas nasional.

“Bersama kita BISA. Lifting Naik: BISA, BISA, BISA,” tutup Djoko Siswanto dalam laporannya.

Keberhasilan sumur JAS-034 menambah deretan kabar positif dari aktivitas eksplorasi dan pengembangan migas nasional sepanjang 2026. Tambahan produksi dari sumur-sumur baru seperti ini diharapkan dapat memperkuat target lifting minyak nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan bahan bakar.