Lombok, ruangenergi.com-com”Menempuh perjalanan 1.400 kilometer dari Jakarta menuju Mandalika bukan perkara mudah. Panas terik, lalu lintas padat di jalur pantai utara Jawa, hingga perjalanan berhari-hari menjadi tantangan yang harus ditaklukkan para pengendara sepeda motor.
Namun, bagi ratusan peserta Pertamina Mandalika Ride Out, perjalanan panjang selama empat hingga lima hari itu bukan sekadar touring. Mereka juga diajak mengenal lebih dekat bisnis energi Pertamina sebelum menyaksikan langsung ajang balap motor internasional, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Rombongan peserta dari berbagai komunitas sepeda motor mulai berdatangan di Pertamina Camping Ground Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 05.00 WITA hingga siang hari, setelah menuntaskan perjalanan dari Jakarta.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berbeda bagi para penggemar otomotif. Selain menguji ketahanan berkendara jarak jauh, peserta mendapatkan kesempatan mengunjungi fasilitas energi milik Pertamina, mulai dari Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, hingga fasilitas produksi pelumas Pertamina di Gresik, Jawa Timur.
Bukan Sekadar Touring, Peserta Diajak Mengenal Bisnis Energi
Dwi Dharma Putra, salah satu peserta, mengaku perjalanan kali ini memberikan pengalaman yang belum pernah dirasakannya. Ia baru pertama kali melakukan touring dengan tujuan menyaksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Menurut Dwi, daya tarik Mandalika Ride Out tidak hanya terletak pada perjalanan panjang menuju Lombok. Kesempatan melihat lebih dekat aktivitas bisnis energi Pertamina menjadi nilai tambah yang membuat perjalanan tersebut terasa istimewa.
“Pengalaman perjalanan yang tidak hanya menghadirkan tantangan berkendara jarak jauh, tetapi juga mendapat kesempatan memahami lebih dekat bisnis energi yang dijalankan Pertamina. Jujur ini pengalaman pertama saya nonton langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia,” ujarnya.
Bagi para peserta, kunjungan ke fasilitas Pertamina membuka perspektif baru tentang perjalanan energi yang sehari-hari digunakan masyarakat. Di balik bahan bakar yang menggerakkan sepeda motor mereka, terdapat proses pengolahan dan pengujian kualitas yang berlangsung sebelum produk sampai ke konsumen.
Menyusuri Jalur, Menikmati Kuliner Lokal
Cerita menarik juga datang dari Rizky Putra Nusantara, yang akrab disapa Uta. Bersama delapan rekannya dari komunitas Honda ADV Indonesia Chapter Yogyakarta, ia terlebih dahulu menempuh perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta untuk bergabung dengan rombongan komunitas lainnya.
Sepanjang perjalanan menuju Mandalika, mereka tidak hanya berfokus mengejar jarak tempuh. Singgah di SPBU Pertamina untuk mengisi bahan bakar, mencicipi kuliner khas daerah, hingga berbagi cerita dengan sesama pengendara menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Aktivitas tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah yang mereka lewati.
Namun, ada satu momen yang paling dinantikan Uta dan rekan-rekannya: menyaksikan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, berlaga di hadapan publik sendiri di Pertamina Mandalika International Circuit.
“Saya sangat berharap perwakilan Indonesia, Veda dan Mario Aji, bisa meraih podium di rumah sendiri,” katanya.
Harapan tersebut menggambarkan semangat para penggemar motorsport yang datang ke Mandalika bukan hanya untuk menikmati persaingan di lintasan, tetapi juga memberikan dukungan kepada pembalap Tanah Air.
Pertemukan Komunitas Motor dari Berbagai Daerah
Ketua Umum Honda ADV Indonesia, Ali Abel, menilai Mandalika Ride Out menjadi ruang berharga untuk mempertemukan komunitas sepeda motor dari berbagai wilayah.
Menurutnya, kegiatan ini membuka kesempatan bagi para pengendara untuk memperluas jaringan pertemanan, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun hubungan dengan komunitas otomotif lainnya.
“Kami sangat bersyukur bisa bertemu teman-teman komunitas lain, khususnya teman-teman HAVOK dan AHJ, juga teman-teman dari Pertamina sebagai pendamping,” ujarnya.
Ali berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan agar semakin banyak komunitas otomotif dari berbagai daerah dapat terlibat dalam perhelatan balap internasional di Indonesia.
Dengan begitu, ajang balap di Mandalika tidak hanya menjadi tontonan bagi penggemar motorsport, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkomunitas.
Pertamina Perkenalkan Bisnis dari Hulu hingga Hilir
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan kehadiran komunitas motor dari berbagai daerah turut menambah semarak Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Menurut Baron, Mandalika Ride Out untuk pertama kalinya diselenggarakan sebagai wadah bagi komunitas otomotif dan pecinta motorsport untuk menyaksikan langsung ajang balap internasional tersebut, sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif selama perjalanan.
“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali, sebagai wadah bagi komunitas otomotif dan pecinta motorsport untuk dapat melihat langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika,” kata Baron.
Ia menjelaskan, unsur edukasi disisipkan pada sejumlah titik pemberhentian peserta. Mulai dari pengisian bahan bakar di SPBU, penggantian pelumas, hingga kunjungan ke Kilang Balongan dan fasilitas produksi pelumas di Gresik. Seluruh rangkaian kegiatan tetap mengedepankan aspek keselamatan berkendara.
Pertamina juga ingin memperkenalkan proses bisnis energi secara lebih dekat kepada masyarakat, termasuk perjalanan minyak mentah yang diolah di kilang, proses pengujian kualitas bahan bakar, hingga distribusi produk melalui jaringan SPBU.
Baron berharap pengalaman tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi yang menjalankan kegiatan bisnis dari hulu hingga hilir untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Melalui Mandalika Ride Out, Pertamina mencoba menghadirkan pengalaman yang melampaui perjalanan menuju sirkuit. Ada semangat komunitas, eksplorasi daerah, dukungan terhadap pembalap Indonesia, serta kesempatan memahami lebih dekat industri energi yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Bagi para peserta, perjalanan 1.400 kilometer itu akhirnya bukan hanya tentang mencapai garis akhir di Mandalika. Perjalanan tersebut menjadi rangkaian cerita tentang persaudaraan di jalan raya, kekayaan kuliner lokal, dunia energi, dan kebanggaan menyaksikan balapan internasional di rumah sendiri.


