15 Tahun Tanpa Air, SD Gunung Bayu Kini Terang dengan Energi Surya

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Simalungun, Sumut, ruangenergi.com— Hampir 15 tahun warga SDN 091686 Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, harus menjalani aktivitas sekolah tanpa sumber air yang layak.

Kini, persoalan itu mulai teratasi.

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menghadirkan energi surya, sumber air bersih, sekaligus fasilitas sanitasi melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB). Bantuan tersebut diserahterimakan kepada SDN 091686 Gunung Bayu pada Kamis, 24 September 2026.

Fasilitas yang diberikan bukan sekadar panel surya. Pertamina NRE memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,8 kWp dengan baterai 5 kWh, membangun sumur bor, serta merenovasi toilet sekolah yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan.

Secara simbolis, bantuan diserahkan Sr Officer Pertamina NRE Arief Mulizar kepada Kepala SDN 091686 Gunung Bayu, Jelita Tampubolon.

Menurut Arief, fasilitas PLTS tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekolah, tetapi juga menopang operasional pompa air dari sumur bor.

“PLTS yang dipasang Pertamina NRE dimanfaatkan untuk mendukung operasional pompa air sumur bor sekaligus memenuhi kebutuhan listrik sekolah,” kata Arief.

Sebanyak 85 siswa dan 15 guru menjadi penerima manfaat program tersebut.

Dari sisi ekonomi, fasilitas energi surya itu diproyeksikan mampu memberikan efisiensi biaya listrik sekitar Rp5,182 juta per tahun. Sementara dari aspek lingkungan, pemanfaatan PLTS tersebut diperkirakan berpotensi mengurangi emisi hingga 3.192 kilogram CO₂e per tahun.

Namun bagi warga sekolah, manfaat paling terasa justru menyentuh kebutuhan dasar: listrik, air, dan sanitasi.

Jelita mengatakan selama bertahun-tahun sekolah menghadapi keterbatasan akses terhadap kedua kebutuhan tersebut.

“Sebelumnya kami tidak mempunyai listrik dan sudah hampir 15 tahun tidak mempunyai sumber air,” ujar Jelita.

Dengan hadirnya fasilitas dari Pertamina NRE, aktivitas sekolah kini menjadi lebih mudah. Pompa air dapat beroperasi menggunakan energi dari PLTS, sementara sumur bor menyediakan sumber air bagi warga sekolah.

Toilet yang sebelumnya rusak pun telah direnovasi sehingga kembali dapat digunakan.

“Kamar mandi yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan juga sudah dapat difungsikan kembali. Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina NRE,” katanya.

Bukan Sekadar Pasang Panel Surya

Pertamina NRE menegaskan program Sekolah Energi Berdikari tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur.

Manager Corporate Communication & Stakeholder Relation Pertamina NRE, Susanto August Satria, mengatakan perusahaan juga memberikan edukasi kepada warga sekolah agar fasilitas energi bersih yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur energi bersih, tetapi juga memastikan masyarakat penerima manfaat memiliki pemahaman untuk memanfaatkan dan menjaga aset tersebut secara berkelanjutan,” ujar Satria.

Warga sekolah mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan dan pemeliharaan PLTS, termasuk pengenalan pengoperasian sistem Solar PV off-grid.

Langkah tersebut dinilai penting karena keberlanjutan fasilitas energi terbarukan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kemampuan penerima manfaat dalam mengoperasikan dan merawatnya.

Energi Bersih Sekaligus Air Bersih

Program di Gunung Bayu memperlihatkan bagaimana energi terbarukan dapat dikaitkan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Energi matahari yang ditangkap panel surya digunakan untuk menghasilkan listrik. Listrik tersebut kemudian mendukung pengoperasian pompa sumur bor untuk menyediakan air bagi sekolah.

Dengan demikian, satu fasilitas energi bersih ikut menopang kebutuhan lainnya: listrik, air, dan sanitasi.

Kepala Desa Gunung Bayu, Ismail Hutasulut, menyambut baik dukungan tersebut. Ia berharap perhatian serupa dapat diberikan kepada sekolah lain yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar.

“Kami berharap hubungan dan silaturahmi ini dapat terus terjalin dengan baik, sehingga ke depannya sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan juga dapat memperoleh perhatian,” ujar Ismail.

Bagi SDN 091686 Gunung Bayu, kehadiran PLTS, sumur bor, dan toilet yang layak bukan hanya soal pembangunan fisik.

Setelah hampir 15 tahun bergulat dengan keterbatasan air dan listrik, sekolah itu kini memiliki fasilitas yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan dukungan energi bersih sekaligus akses air yang lebih layak.

Di Gunung Bayu, energi surya akhirnya tidak berhenti sebagai teknologi. Energi matahari hadir dalam bentuk yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari: air mengalir, toilet yang dapat digunakan, dan ruang belajar yang lebih terang.