Akhir 2025, Kado dari Kedalaman Borneo: Bukti Ketangguhan Anak Bangsa Merawat Harapan di Mahakam

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kabar gembira kembali datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) tanah air. PT Pertamina Hulu Energi (PHE), melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sukses menemukan “harta karun” energi baru di wilayah lepas pantai (offshore) Kalimantan Timur.

Penemuan ini membuktikan bahwa Blok Mahakam, yang sering dianggap sebagai lapangan tua (mature field), masih menyimpan potensi raksasa jika dikelola dengan teknologi dan strategi yang tepat.

Keberhasilan ini diraih lewat pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x. Tak main-main, potensi sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang ditemukan diperkirakan mencapai 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE).

Pengeboran sumur MDP-1x ini menembus kedalaman 4.260 meter hingga lapisan Formasi Yakin. Meski menghadapi tantangan tekanan tinggi (high pressure), tim eksplorasi berhasil mengidentifikasi potensi menjanjikan di lapisan yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS).

Hasil uji alir (drill stem test) di zona tersebut menunjukkan performa yang fantastis:Minyak: 2.821 barel per hari (BOPD). Gas: 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menyebut keberhasilan ini adalah buah dari strategi Near Field Exploration. Sederhananya, Pertamina mencari cadangan baru di dekat fasilitas yang sudah ada agar bisa diproduksi lebih cepat (quick win).

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dedikasi tim kami dalam menerapkan konsep eksplorasi baru (new exploration play concept) di area yang sudah mature. Temuan ini diharapkan segera dikembangkan untuk mendongkrak lifting migas nasional demi swasembada energi,” ujar Muharram.

Langkah agresif ini juga merupakan wujud komitmen investasi PT Pertamina (Persero) bersama Danantara Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Sejak mengambil alih Blok Mahakam pada 2018, PHM mencatat tingkat kesuksesan tinggi. Dari enam sumur eksplorasi yang dibor, empat di antaranya—termasuk MDP-1x—berstatus discovery (menghasilkan temuan).

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menegaskan bahwa temuan ini akan segera ditindaklanjuti. “Kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong produksi berkelanjutan dan memperkuat ketahanan energi di Kalimantan,” tegasnya.

Tahun 2025 tampaknya menjadi tahun “panen” bagi Subholding Upstream Pertamina. Sebelum temuan di Mahakam, Pertamina juga mencatat prestasi luar biasa di Sumatera Selatan melalui sumur BNG-064 (Prabumulih) yang produksinya melampaui target hingga 990%, serta penemuan sumur baru BNG-067.

Rangkaian keberhasilan ini melengkapi capaian tahun 2024, di mana PHE menemukan cadangan gas raksasa di Sulawesi Tengah sebesar 1,8 triliun kaki kubik (TCF).

Dengan rentetan penemuan ini, Pertamina makin optimis menjaga kedaulatan energi Indonesia melalui inovasi teknologi dan kegiatan eksplorasi yang masif.