Tutup Tahun di ‘War Room’, SKK Migas Kunci Lifting Nasional 2025: Bukti Resiliensi Demi Merah Putih

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Di saat hiruk-pikuk perayaan pergantian tahun membahana di berbagai penjuru negeri, suasana berbeda justru terasa di kantor pusat SKK Migas, Jakarta. Tepat pada malam 31 Desember 2025 hingga detik-detik pukul 00.00 masuknya tahun 2026, Manajemen SKK Migas memusatkan perhatian penuh di Integrated Operation Center (IOC) atau “War Room”.

Misi mereka satu: memastikan setiap tetes minyak, kondensat, dan gas bumi tersalurkan (lifting) dengan aman demi negara.

Langkah ini merupakan puncak dari upaya pengamanan lifting nasional tahun 2025. SKK Migas secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Shipping (PIS), serta seluruh fungsi internal yang terlibat langsung di lapangan.

Kinerja Resilien di Tengah Tantangan

Sepanjang tahun 2025, industri hulu migas nasional membuktikan ketangguhannya. Meski dihimpit tantangan alamiah berupa lapangan migas yang makin tua (mature) serta dinamika geopolitik global yang tak menentu, sektor ini tetap menunjukkan kinerja yang resilien dan adaptif.

“Kegiatan pemantauan hingga dini hari ini adalah instrumen penting. Kami ingin memastikan seluruh potensi lifting minyak, kondensat, dan NGL dimaksimalkan hingga detik terakhir tahun 2025,” ungkap pihak Manajemen SKK Migas dalam keterangannya,dikutip ruangenergi.com dari website SKKMIGAS.

Kunci keberhasilan menjaga stabilitas produksi tahun ini tidak lepas dari serangkaian strategi jitu: Perencanaan yang matang.Optimalisasi lapangan eksisting. Peningkatan keandalan fasilitas produksi.Percepatan kegiatan workover dan infill drilling.

Semua strategi teknis tersebut dibalut dengan penguatan koordinasi operasional dan semangat kolaborasi “Demi Merah Putih”, yang menjadi bahan bakar utama dalam menjaga ketahanan energi dan penerimaan negara.

Kerja keras yang dipantau ketat dari War Room tersebut membuahkan hasil manis. SKK Migas resmi menutup tahun 2025 dengan kinerja positif. Namun, napas industri hulu migas tidak boleh berhenti.

Memasuki 2026, sektor ini tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional. Manajemen SKK Migas menekankan bahwa tantangan ke depan membutuhkan kolaborasi yang lebih solid, semangat yang lebih membara, dan inovasi yang lebih masif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

Dengan fondasi kuat yang dibangun sepanjang 2025, industri hulu migas Indonesia menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi untuk mencapai target produksi yang lebih besar.