Elnusa Tegaskan Peran Teknologi dan Inovasi Terintegrasi untuk Memperkuat Ketahanan Energi Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Kompleksitas industri energi menuntut akurasi, efisiensi, dan integrasi lintas layanan agar produksi migas tetap berkelanjutan. PT Elnusa Tbk (Elnusa) menegaskan perannya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi berbasis teknologi dan inovasi dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.

Penegasan ini disampaikan pada Scope Upstream Excellence Forum di Grha Pertamina, forum strategis Pertamina Group untuk penguatan kapabilitas dan keunggulan operasi hulu.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyatakan, “Lapangan yang semakin mature dan frontier berisiko tinggi menuntut keputusan cepat yang tetap presisi. Karena itu, kami menempatkan teknologi dan integrasi layanan sebagai fondasi nilai tambah industri.”

Elnusa memperkuat kapabilitas end‑to‑end di rantai jasa hulu, survei seismik geosains, pengeboran dan layanan sumur, hingga fasilitas produksi. Teknologi Land Node dan Ocean Bottom Node (OBN) meningkatkan kualitas pencitraan bawah permukaan, mengurangi risiko dry hole, serta mempercepat siklus proyek yang memberikan dampak langsung pada keekonomian lapangan.

Untuk percepatan dari eksplorasi ke produksi, Elnusa menerapkan pengolahan interpretasi data secara paralel (parallel processing) sejak tahap awal sehingga keputusan pengembangan dapat diambil lebih cepat tanpa mengorbankan akurasi. Full Waveform Inversion (FWI) dan Earth Study 360 (ES360) memberikan pencitraan resolusi tinggi pada fase awal, sementara Early Production Facility (EPF) modular memungkinkan produksi lebih dini sembari evaluasi dan perencanaan “reservoir management” tetap berjalan.

“Pendekatan kami adalah parallel, bukan sequential, agar nilai ekonomi lebih cepat terwujud dengan risiko terkelola,” tegas Litta.

Dalam kegiatan operasi, “Operational Excellence” dengan HSSE tanpa kompromi telah menjadi kewajiban. Integritas sumur, keandalan aset/armada, dan keselamatan kerja dijaga untuk memastikan keberlangsungan operasi serta kepercayaan pemangku kepentingan.

Menjawab dinamika biaya energi global, Elnusa menjalankan Cost Leadership melalui integrated well services, fasilitas modular, dan pendekatan Low Cost Operator (LCO) untuk mengusahakan lapangan idle maupun lapangan marginal. Inisiatif ini mendorong efisiensi biaya operasional hingga 15–25% tanpa menurunkan standar keselamatan kerja.

Selaras dengan arah Pertamina Hulu Energi (PHE), Elnusa memposisikan diri sebagai Strategic Enabler & Efficiency Partner, layanan end‑to‑end dari reservoir bawah permukaan menuju sumur hingga titik serah terima, memastikan kesinambungan operasi, model Integrated Services menghilangkan tumpang tindih biaya antar‑vendor, kesiapan operasi lean yang mengoptimalkan lapangan marginal agar tetap produktif dan ekonomis.

Ke depan, Elnusa menempatkan digitalisasi, pemanfaatan AI, dan integrasi project management sebagai fondasi pengembangan kapabilitas, guna meningkatkan kecepatan dan kualitas pengambilan keputusan serta efektivitas eksekusi proyek secara end‑to‑end.

Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, Elnusa menegaskan perannya bukan sekadar penyedia jasa, melainkan mitra strategis teknologi, inovasi, dan efisiensi dalam memperkuat kinerja hulu migas dan ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.