Jakarta – Pembentukan Subholding Downstream (SHD) Pertamina resmi memasuki babak baru. Proses restrukturisasi yang menggabungkan tiga entitas strategis—PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping—kini berujung pada penetapan jajaran direksi.
Kabar yang berhembus kencang hari ini didengar ruangenergi.com menyebut calon direksi dipanggil siang tadi, Senin (02/02/2026), Mars Ega Legowo Putra dipercaya menakhodai SHD sebagai Direktur Utama. Sosok yang selama ini lekat dengan penguatan bisnis hilir Pertamina tersebut dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam konsolidasi niaga energi nasional.
Tak hanya itu, posisi Wakil Direktur Utama disebut akan diisi oleh Taufik Adityawarman, sementara Achmad Muchtasyar turut masuk dalam jajaran pimpinan inti, sebagai wakil direktur juga. Komposisi ini dipandang sebagai sinyal kuat percepatan integrasi rantai nilai downstream—dari pengolahan, distribusi, hingga logistik energi.
Pembentukan SHD sendiri merupakan langkah strategis PT Pertamina (Persero) untuk merapikan struktur bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika pasar energi global. Dengan dileburnya tiga subholding, Pertamina menargetkan pengambilan keputusan yang lebih lincah, sinergi aset yang optimal, dan peningkatan layanan kepada masyarakat.
Jika susunan direksi ini resmi diumumkan, SHD Pertamina diproyeksikan menjadi “mesin utama” penggerak hilirisasi energi nasional—sekaligus penopang kinerja keuangan grup di tengah tantangan transisi energi dan volatilitas harga global.

