Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Dukungan masyarakat terhadap Proyek LNG Masela disebut sudah kuat. Namun, kompleksitas perizinan lintas kementerian dan pemerintah daerah masih menjadi tantangan utama yang menahan laju proyek strategis tersebut.
Hal itu mengemuka dalam dialog antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan manajemen INPEX Masela Ltd. terkait perkembangan Proyek Abadi LNG Project di Blok Masela di dalam Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela – 24 Februari 2026.
Menjawab pertanyaan Menteri Keuangan mengenai penerimaan sosial pasca persetujuan pelepasan kawasan hutan, pihak INPEX menyampaikan kabar positif.
“Tingkat penerimaan masyarakat tinggi, Pak. Mereka sudah lama menunggu proyek ini,” ujar Rudi Imran – Vice President SCM & IT INPEX Masela, Ltd.
Namun demikian, ada dua perhatian utama warga di sekitar wilayah proyek: Kompensasi bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan kawasan hutan. Kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Isu tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial saat proyek memasuki tahap konstruksi. Meski dukungan sosial relatif solid, tantangan terbesar justru terletak pada koordinasi perizinan.
“Kami melihat tingkat kompleksitas yang cukup tinggi, baik di pusat maupun daerah. Banyak instansi yang harus dilibatkan dalam proses approval,” ungkap Rudi.
Menteri Keuangan pun menegaskan pertanyaannya secara langsung.
“Semua approval menantang?”
“Semua, Pak. Ini yang paling menghambat kami memulai pekerjaan di lapangan,” jawab perwakilan perusahaan.
INPEX berharap ada dukungan kuat dalam koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proses perizinan bisa berjalan lebih efektif.
Salah satu izin penting yang belum berjalan adalah pembangunan fasilitas laut berupa pioneering wharf dan jetty. Namun ini bukan dermaga biasa.
“Ini fasilitas berskala besar. Approval-nya signifikan dan hanya bisa diajukan setelah sebagian engineering selesai,” jelas manajemen.
Artinya, penyelesaian tahap FEED menjadi prasyarat sebelum proses izin fasilitas laut dapat diajukan secara penuh.
Proyek ini telah mengantongi persetujuan AMDAL. Namun sejumlah komponen baru belum terlingkup dalam dokumen sebelumnya. Di antaranya: Integrasi Carbon Capture and Storage(CCS), yang masih dalam tahap FEED. Finalisasi beberapa lokasi fasilitas Liquefied Natural Gas(LNG) yang menunggu desain akhir.
Komponen tersebut akan dimasukkan dalam amendment AMDAL.
“Kalau memang belum terlingkup di AMDAL sebelumnya, kita siap membantu,” ujar pihak pemerintah dalam pertemuan tersebut.
Dialog tersebut menggambarkan situasi proyek Masela saat ini: Dukungan masyarakat sudah menguat, ekspektasi ekonomi lokal tinggi, namun birokrasi perizinan masih menjadi tantangan utama.
Bagi Menteri Keuangan Purbaya Sadewa, isu ini bukan sekadar proyek migas, melainkan soal kepastian investasi dan kredibilitas tata kelola proyek strategis nasional.
Sementara bagi INPEX, percepatan approval menjadi kunci agar proyek bisa segera bergerak dari tahap perencanaan menuju konstruksi nyata di lapangan.

