Well Service Suban-14 Lampaui Target, Djoko Siswanto: “Ini Energi Positif untuk Produksi Gas Nasional 2026”

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-SKK Migas melaporkan kabar menggembirakan dari lapangan operasi gas di Sumatera Selatan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Kamis (26/2/2026) menyampaikan capaian signifikan dari kegiatan perawatan sumur (well service) yang dilakukan oleh PT Medco E&P Grissik Ltd.

Sumur Suban-14 yang berada di wilayah kerja Blok Corridor, Kabupaten Musi Banyuasin, berhasil mencatatkan kenaikan produksi melampaui target yang telah ditetapkan.

Kegiatan well service Suban-14 dimulai pada 4 Februari 2026 dan tuntas pada 24 Februari 2026. Pekerjaan mencakup perforasi serta stimulasi sumur melalui pemompaan asam (acidizing) menggunakan Coiled Tubing Unit (CTU).

Menariknya, seluruh pekerjaan dilakukan secara rigless tanpa menggunakan rig besar, sehingga lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.

“Alhamdulillah, pekerjaan perforasi dan stimulasi sumur Suban-14 telah selesai dengan baik. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perforasi hingga flow test, berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti diceritakannya kepada ruangenergi.com.

Hasil flow test menunjukkan lonjakan produksi yang signifikan. Jika sebelumnya Sumur Suban-14 hanya memproduksikan 25 MMSCFD, kini produksinya meningkat menjadi 30,5 MMSCFD.

Artinya, terdapat kenaikan aktual sebesar 5,5 MMSCFD—melampaui target awal sebesar 5 MMSCFD.

“Capaian ini bukan hanya memenuhi target, tetapi melampauinya. Kenaikan 5,5 MMSCFD ini menjadi bukti bahwa strategi well service yang tepat mampu memberikan dampak langsung terhadap optimalisasi produksi,” tegas Djoko.

Dari sisi anggaran, efisiensi juga menjadi catatan penting. Berdasarkan estimasi lapangan, realisasi biaya yang dikeluarkan baru mencapai 73,31 persen dari nilai AFE (Authorization for Expenditure) yang telah disetujui SKK Migas.

Menurut Djoko, keberhasilan teknis yang diiringi efisiensi biaya ini menjadi model yang layak direplikasi.

“Kami berharap keberhasilan perforasi dan acidizing di Suban-14 ini dapat menjadi referensi untuk pekerjaan serupa di sumur-sumur lainnya. Ini menjadi energi positif untuk meningkatkan optimisme industri hulu migas nasional,” ujarnya.

Sumur Suban-14 berlokasi di Blok Corridor, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan—salah satu kontributor penting produksi gas nasional. Tambahan produksi 5,5 MMSCFD dinilai akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi gas bumi nasional pada 2026.

Djoko menutup laporannya dengan nada optimistis.

“Kami mohon doa agar keberhasilan ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan produksi gas nasional tahun 2026. Semoga ikhtiar bersama ini membawa hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui teknologi yang tepat dan eksekusi yang disiplin masih menjadi salah satu kunci menjaga lifting migas nasional tetap kompetitif di tengah tantangan industri energi global.