Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-SKK Migas melaporkan perkembangan implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR) hingga akhir 2025, dengan lebih dari 50 proyek berada pada tahap studi dan pra-feasibility.
Dari jumlah tersebut, enam proyek telah memasuki tahap field trial/pilot, sementara lima proyek telah masuk fase komersial melalui persetujuan POD/OPL.
Ruangenergi.com membaca paparan Strategi 3: EOR per 31 Desember 2025, tercatat 38 studi EOR yang dijalankan oleh 10 KKKS serta 14 studi waterflood oleh lima KKKS .
Untuk tahap field trial/pilot, proyek yang berjalan meliputi CO₂ EOR Sukowati, CEOR Walio, CEOR Rama, injeksi kimia Meruap (field trial), EOR bacterial–OSES, serta EOR electric oleh beberapa KKKS .
Sementara itu, lima proyek yang telah masuk tahap commercial/full field development adalah POD Polymer Lapangan Minas Area D, OPL WF Lapangan Seruni, OPL HO-4 Duri, POD WF Lapangan Kenali Asam Tahap-2, dan OPL Steamflood Duri A8RE-2 .
Dalam pembaruan per 31 Januari 2026, SKK Migas juga mencatat 16 lapangan dalam timeline penerapan Extended Stimulation (EOR). Tahapan yang dilalui mencakup proses NDA, penyusunan proposal teknis dan biaya, evaluasi proposal, hingga proses kontrak dan persiapan first injection .
Sejumlah lapangan yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Tanjung, NKL, Pamusian, Kenali Asam, Tempino, Limau, Ramba, Rantau, Sago, Gandewa (Batang, Kumis, Kotalama), Pusaka, Ripah, serta Rimau (Kaji dan Semoga) .
Berdasarkan peta prioritas EOR, metode yang diterapkan mencakup chemical, CO₂, dan steam, dengan sebaran lapangan di Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur .
SKK Migas menyatakan strategi EOR menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan perolehan minyak pada lapangan-lapangan mature guna menjaga keberlanjutan produksi nasional.


